Ini Penjelasan BI Soal Utang RI ke IMF

Selasa, 28 April 2015 - 19:50 WIB
Ini Penjelasan BI Soal...
Ini Penjelasan BI Soal Utang RI ke IMF
A A A
JAKARTA - Bank Indonesia (BI) akhirnya angkat bicara terkait utang Indonesia kepada International Monetary Fund (IMF) yang diklaim mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) telah dilunasi sejak 2006.

Direktur Departemen Komunikasi BI Peter Jacobs menjelaskan ‎posisi utang luar negeri (ULN) Indonesia ke lembaga internasional, termasuk IMF telah ada dalam statistik utang luar negeri (ULN) Indonesia. Sedianya, posisi kewajiban sebesar USD2,8 miliar tersebut bukan utang kepada IMF dalam bentuk pinjaman seperti yang diberitakan belakangan ini. (Baca: Koreksi Jokowi, SBY Tegaskan Utang RI ke IMF Sudah Lunas).

"Kewajiban tersebut adalah alokasi SDR yang timbul sebagai konsekuensi kita sebagai anggota IMF. Seluruh anggota IMF mendapat alokasi SDR tersebut," ucapnya dalam pesan singkat kepada wartawan di Jakarta, Selasa (28/4/2015).

Sebagai anggota IMF, sambung Peter, Indonesia wajib membayar iuran sehingga dapat memperoleh alokasi SDR sesuai kuota, dan dicatat sebagai bagian cadangan devisa. Dengan demikian, secara teknis pencatatan, alokasi tersebut juga dicatat sebagai kewajiban Indonesia.

"Sejak 2009, pencatatan teknis alokasi SDR tersebut dilakukan di kewajiban pada IMF. Hal ini juga dilakukan oleh seluruh anggota IMF," imbuhnya.

Dia mengatakan, alokasi tersebut akan tetap muncul sepanjang Indonesia masih tercatat dalam keanggotaan IMF. Sebab, hal ini merupakan konsekuensi Indonesia turut serta dalam keanggotaan lembaga keuangan internasional tersebut. (Baca: Menkeu Tegaskan Indonesia Sudah Bebas Utang dari IMF).

"Berbeda dengan pinjaman ketika krisis 1998 yang memang bisa dilunasi setelah kita punya kemampuan tanpa harus keluar dari keanggotaan," jelas Peter.

Utang Indonesia kepada IMF pada 1998 sebesar USD9,1 miliar tersebut, dikatakan Peter, dalam rangka memenuhi kebutuhan neraca pembayaran yang tergerus ‎akibat krisis. "Dari pinjaman 1998 tersebut, telah dilunasi seluruhnya pada 2006," tandasnya.

(Baca: Jawab SBY, Istana Sebut RI Kembali Utang ke IMF 2009)
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Utang RI Menumpuk Akibat...
Utang RI Menumpuk Akibat Pandemi, Rekomendasi Ini Bisa Diambil Pemerintah
Bukan Prioritas, Pemerintah...
Bukan Prioritas, Pemerintah Diminta Stop Dulu Berutang untuk Biayai Infrastruktur
Utang Pemerintah Masih...
Utang Pemerintah Masih Akan Menumpuk hingga Akhir Tahun, Apa Penyebabnya
Terungkap! Utang Pemerintah...
Terungkap! Utang Pemerintah Separuh Lebih dari Pinjaman Asing
Catet Nih! Utang Indonesia...
Catet Nih! Utang Indonesia Turun ke Rp5.662 Triliun
Utang Luar Negeri RI...
Utang Luar Negeri RI Melambat di Bulan Juli Bukan Kabar Baik, Kok Bisa?
Berita Terkini
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
9 jam yang lalu
Raih 3 Pengakuan Internasional,...
Raih 3 Pengakuan Internasional, IIF Terus Memperkuat Kapasitas Pendanaan Infrastruktur
9 jam yang lalu
S&P Pertahankan Rating...
S&P Pertahankan Rating dan Outlook Kredit Indonesia, Purbaya: Arah Kebijakan Ekonomi Terjaga
9 jam yang lalu
Danamon Prasmul EduWealth...
Danamon Prasmul EduWealth Menjawab Tren Kenaikan Biaya Pendidikan: Ekosistem Pendanaan dan Proteksi
10 jam yang lalu
Sensus Ekonomi Tak Hanya...
Sensus Ekonomi Tak Hanya Dilakukan Indonesia: Gerakan Global yang Diikuti Malaysia hingga Zimbabwe
10 jam yang lalu
Membuka Pintu Investasi...
Membuka Pintu Investasi dan Kerja Sama Selangor-Jawa Barat lewat SIBS 2026
11 jam yang lalu
Infografis
Virus Hanta Merebak!...
Virus Hanta Merebak! Ini 5 Gejalanya yang Perlu Diwaspadai
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved