Menebar Guci di Pekarangan
Rabu, 29 April 2015 - 09:47 WIB
Menebar Guci di Pekarangan
A
A
A
Lazimnya guci dijadikan hiasan di dalam rumah. Bentuk unik dengan motifnya yang beragam selalu mampu memikat setiap pasang mata yang melihatnya. Namun, bagaimana bila guci ditempatkan di pekarangan rumah?
Guci merupakan salah satu aksesori yang bisa Anda gunakan untuk mengubah tatanan rumah yang terlihat biasa menjadi tampak lebih menarik. Apalagi, bila diletakkan sebagai “penjaga” cantik di pekarangan rumah, pasti keberadaannya mampu mencuri perhatian setiap tamu yang berkunjung.
“Fungsi guci untuk pajangan di rumah atau dijadikan tempat barang lain yang dapat disesuaikan fungsinya, misalnya sebagai tempat payung. Guci juga mampu memberikan kesan pada sudut pekarangan rumah sehingga menciptakan aura pekarangan yang kosong menjadi padat berisi sekaligus cantik,” tutur arsitek lanskap Herlin wibowo.
Herlin menambahkan, guci pada umumnya terbuat dari tanah liat. Pembentukannya menggunakan teknik putar yang biasanya memanfaatkan alat berupa meja dengan kepala putar di atasnya. Alat putar ini memungkinkan guci terbentuk sesuai besarnya. Bisa pula diatur seberapa gembung bagian badannya sehingga menghasilkan ragam bentuk yang diinginkan, apakah besar dan tinggi atau tinggi dan langsing.
Guci disebut besar bila ukurannya lebih dari 1 meter sampai ukuran melebihi tinggi manusia dewasa. Selain bentuk, aneka desain motif pada guci juga bisa dipilih untuk ditempatkan di pekarangan rumah. Guci gerabah berwarna cokelat dengan berbagai finishing pas untuk rumah bergaya tropis, etnik, dan natural.
Sementara guci berwarna dasar putih dengan motif berwarna biru seperti guci dari China dan dinasti-dinasti tertentu bisa dijadikan aksen rumah bergaya modern dan klasik. Anda boleh menempatkan guci antik yang usianya sudah ratusan tahun di depan pintu masuk dekat dengan area drop-off atau droping area yang menjadi bagian dari taman depan rumah.
Bisa juga menaruh guci yang motifnya unik serta terlihat proses pembuatannya yang membutuhkan teknik dan rasa seni tingkat tinggi. Aksesori berupa guci memang bisa dijadikan ornamen penghias ruang yang cukup eksentrik sekaligus memberikan sentuhan nan anggun. Untuk itu, meletakkan guci tentu tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada beberapa trik khusus yang bisa Anda terapkan agar tampilannya tidak hanya menarik, tapi juga fungsional. Dengan demikian, dibutuhkan kecermatan saat Anda ingin menentukan di mana guci itu akan diletakkan sebagai hiasan eksterior. Jangan karena ruangnya luas lantas Anda bisa dengan bebas meletakkan guci di mana saja tanpa ada perencanaan yang matang.
“Karena sifatnya kosong di tengah, guci sebaiknya ditempatkan di area semioutdoor. Atau area outdoor yang masih terdapat atap di bagian atasnya. Hal ini untuk mencegah air hujan masuk ke dalam guci melalui bagian atasnya yang terbuka,” papar Herlin. Sebaiknya guci ditempatkan pada bagian yang rata agar tidak miring. Apabila Anda ingin menempatkan guci di atas batu kerikil, ada baiknya tempatkan dahulu guci, kemudian taburkan batu kerikil di sekitarnya.
“Sebenarnya bisa saja guci langsung ditempatkan di atas tanah. Namun, tetap saja harus ada sedikit pengeras sebagai alasnya. Hal ini mengingat sifat tanah yang labil apabila terendam atau tergenang air hujan,” kata Herlin. Guci bisa juga ditempatkan tunggal dengan mengambil spot di tengah pada area yang memungkinkan. Tata area sekitar guci dengan penempatan elemen eksterior yang menyejukkan seperti tanaman, baik dalam pot maupun yang langsung ditanam di tanah.
Anda bisa pula menempatkan guci dengan gaya asimetris, yaitu dengan mengurutkan guci sesuai ukurannya, dari yang besar ke kecil atau sebaliknya. Guci yang ditempatkan seperti ini bisa saja berupa guci berseri yang mengandung cerita atau filosofi tertentu pada desain motif di badannya.
Aprilia s andyna
Guci merupakan salah satu aksesori yang bisa Anda gunakan untuk mengubah tatanan rumah yang terlihat biasa menjadi tampak lebih menarik. Apalagi, bila diletakkan sebagai “penjaga” cantik di pekarangan rumah, pasti keberadaannya mampu mencuri perhatian setiap tamu yang berkunjung.
“Fungsi guci untuk pajangan di rumah atau dijadikan tempat barang lain yang dapat disesuaikan fungsinya, misalnya sebagai tempat payung. Guci juga mampu memberikan kesan pada sudut pekarangan rumah sehingga menciptakan aura pekarangan yang kosong menjadi padat berisi sekaligus cantik,” tutur arsitek lanskap Herlin wibowo.
Herlin menambahkan, guci pada umumnya terbuat dari tanah liat. Pembentukannya menggunakan teknik putar yang biasanya memanfaatkan alat berupa meja dengan kepala putar di atasnya. Alat putar ini memungkinkan guci terbentuk sesuai besarnya. Bisa pula diatur seberapa gembung bagian badannya sehingga menghasilkan ragam bentuk yang diinginkan, apakah besar dan tinggi atau tinggi dan langsing.
Guci disebut besar bila ukurannya lebih dari 1 meter sampai ukuran melebihi tinggi manusia dewasa. Selain bentuk, aneka desain motif pada guci juga bisa dipilih untuk ditempatkan di pekarangan rumah. Guci gerabah berwarna cokelat dengan berbagai finishing pas untuk rumah bergaya tropis, etnik, dan natural.
Sementara guci berwarna dasar putih dengan motif berwarna biru seperti guci dari China dan dinasti-dinasti tertentu bisa dijadikan aksen rumah bergaya modern dan klasik. Anda boleh menempatkan guci antik yang usianya sudah ratusan tahun di depan pintu masuk dekat dengan area drop-off atau droping area yang menjadi bagian dari taman depan rumah.
Bisa juga menaruh guci yang motifnya unik serta terlihat proses pembuatannya yang membutuhkan teknik dan rasa seni tingkat tinggi. Aksesori berupa guci memang bisa dijadikan ornamen penghias ruang yang cukup eksentrik sekaligus memberikan sentuhan nan anggun. Untuk itu, meletakkan guci tentu tidak bisa dilakukan sembarangan.
Ada beberapa trik khusus yang bisa Anda terapkan agar tampilannya tidak hanya menarik, tapi juga fungsional. Dengan demikian, dibutuhkan kecermatan saat Anda ingin menentukan di mana guci itu akan diletakkan sebagai hiasan eksterior. Jangan karena ruangnya luas lantas Anda bisa dengan bebas meletakkan guci di mana saja tanpa ada perencanaan yang matang.
“Karena sifatnya kosong di tengah, guci sebaiknya ditempatkan di area semioutdoor. Atau area outdoor yang masih terdapat atap di bagian atasnya. Hal ini untuk mencegah air hujan masuk ke dalam guci melalui bagian atasnya yang terbuka,” papar Herlin. Sebaiknya guci ditempatkan pada bagian yang rata agar tidak miring. Apabila Anda ingin menempatkan guci di atas batu kerikil, ada baiknya tempatkan dahulu guci, kemudian taburkan batu kerikil di sekitarnya.
“Sebenarnya bisa saja guci langsung ditempatkan di atas tanah. Namun, tetap saja harus ada sedikit pengeras sebagai alasnya. Hal ini mengingat sifat tanah yang labil apabila terendam atau tergenang air hujan,” kata Herlin. Guci bisa juga ditempatkan tunggal dengan mengambil spot di tengah pada area yang memungkinkan. Tata area sekitar guci dengan penempatan elemen eksterior yang menyejukkan seperti tanaman, baik dalam pot maupun yang langsung ditanam di tanah.
Anda bisa pula menempatkan guci dengan gaya asimetris, yaitu dengan mengurutkan guci sesuai ukurannya, dari yang besar ke kecil atau sebaliknya. Guci yang ditempatkan seperti ini bisa saja berupa guci berseri yang mengandung cerita atau filosofi tertentu pada desain motif di badannya.
Aprilia s andyna
(ars)
Lihat Juga :