Inflasi Tinggi Sebabkan RI Kalah Saing di Negara ASEAN

Rabu, 29 April 2015 - 15:27 WIB
Inflasi Tinggi Sebabkan...
Inflasi Tinggi Sebabkan RI Kalah Saing di Negara ASEAN
A A A
JAKARTA - Gubernur Bank Indonesia (BI) Agus Martowardojo mengatakan, tingginya inflasi di Indonesia membuat negara ini kalah bersaing dengan negara-negara di kawasan ASEAN. Inflasi tinggi tersebut menyebabkan biaya yang ditanggung perusahaan menjadi tinggi karena terbebdani biaya bunga dan lainnya.

Menurutnya, jika inflasi tinggi maka akan memengaruhi pendapatan masyarakat yang nilainya tetap. Termasuk meningkatkan ketidakpastian bagi pengusaha dalam menghitung harga jual produk seiring perubahan harga barang.

Inflasi akan dipengaruhi oleh gejolak harga pangan dan bahan bakar minyak (BBM). "Inflasi yang tinggi juga akan memicu tindakan spekulatif untuk mempertahankan daya beli. Para pelaku ekonomi akan membeli banyak barang dan melakukan penimbunan, karena khawatir harga barang naik lagi," ujarnya di Jakarta, Rabu (29/4/2015).

Agus menuturkan, jika harga pangan tinggi dan menimbulkan inflasi, maka produk Indonesia tidak dapat bersaing profesional dengan barang negara lain yang catatan inflasinya rendah.

"Kita itu, inflasinya termasuk tinggi, karena saat harga BBM naik memicu inflasi melambung. Di Filiphina 5%-10% tahun ini inflasi bisa di bawah 5%. Ini tantangan kita, karena bisa menyulitkan Indonesia untuk menang dari negara kawasan ASEAN karena inflasi tinggi dari gejolak harga pangan dan harga yang diatur pemerintah," paparnya.

Dia mengungkapna, berdasarkan data, inflasi Indonesia pada periode 2013 dan 2014 menyentuh 8,3%, sementara inflasi tahunan Maret secara Yoy sebesar 6,3%. Sementara Filipina berhasil menekan inflasi 0,1%, Singapura 0,39% dan Thailand membukukan deflasi 0,57%.
(izz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Inflasi Terkendali,...
Inflasi Terkendali, Rupiah Stabil: Pemerintah Jaga Kepercayaan Investor
Kolaborasi Pengendalian...
Kolaborasi Pengendalian Inflasi Daerah
KSP: Ekonomi Indonesia...
KSP: Ekonomi Indonesia Tumbuh 5,44% Berkat Inflasi Terkendali
Ekonomi RI Dibayangi...
Ekonomi RI Dibayangi Omicron hingga Dampaknya bagi Kesehatan
Inflasi Juli 2023 Naik...
Inflasi Juli 2023 Naik Jadi 0,21%, BPS Ungkap Penyebabnya
Di Luar Dugaan, RI Alami...
Di Luar Dugaan, RI Alami Deflasi Pertama sejak Agustus 2023
Berita Terkini
Inflasi Kembali Muncul,...
Inflasi Kembali Muncul, Penting bagi Trader Mengamati Rilis CPI Berikutnya
22 menit yang lalu
Uang Beredar Tumbuh...
Uang Beredar Tumbuh 8,7%, Per Juni 2026 Tembus Rp10.432,8 Triliun
25 menit yang lalu
Pajak Ekonomi Digital...
Pajak Ekonomi Digital per Juni 2026 Capai Rp54,71 Triliun, Kripto Sumbang Rp2,09 T
1 jam yang lalu
Mengapa Didimax Menjadi...
Mengapa Didimax Menjadi Pilihan Banyak Trader? Ternyata ini Alasannya
1 jam yang lalu
Kunjungi Rest Area Cipularang,...
Kunjungi Rest Area Cipularang, COO Danantara Puji Transformasi Layanan Tol Jasa Marga
2 jam yang lalu
Harga Emas Naik 5 Ribu...
Harga Emas Naik 5 Ribu Hari Ini, Termurah Dijual Rp1.370.000
2 jam yang lalu
Infografis
10 Negara dengan Harga...
10 Negara dengan Harga Bensin Termurah di Dunia, Libya Cuma Rp427 per Liter
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved