Pembiayaan Syariah BII Kuartal I Melesat

Kamis, 30 April 2015 - 15:32 WIB
Pembiayaan Syariah BII...
Pembiayaan Syariah BII Kuartal I Melesat
A A A
JAKARTA - Total pembiayaan syariah PT Bank Internasional Indonesia Tbk (BII) melesat117,65% dari Rp3,4 triliun pada Maret 2014 menjadi Rp7,4 triliun pada Maret 2015.

Pertumbuhan tersebut memberikan kontribusi sebesar 6,9% terhadap total portofolio kredit Bank. Kenaikan pada total pembiayaan syariah disertai dengan membaiknya kualitas aset yang tercermin dari penurunan nonperforming financing menjadi 0,77% dari sebelumnya 2,42%.

"Sementara total simpanan meningkat 42,5% dari Rp 3,2 triliun di bulan Maret 2014 menjadi Rp4,6 triliun di bulan Maret 2015," papar Presiden Direktur BII Taswin Zakaria dalam rilisnya, Kamis (30/4/2015).

Di samping itu, simpanan nasabah Bank menunjukkan pertumbuhan sebesar 1% dari Rp104,0 triliun per 31 Maret 2014 menjadi Rp105,0 triliun per 31 Maret 2015.

Hal ini karena bank memutuskan untuk melakukan kontrol terhadap pengelolaan pertumbuhan simpanan dan pricing. Cash management dan layanan solusi pembayaran terus meningkat dan menyumbangkan 12% peningkatan pada saldo rekening koran.

Sementara rasio loan to deposit tidak termasuk anak perusahaan terjaga pada tingkat yang sehat, yaitu 91,89% per 31 Maret 2015, sementara LDR konsolidasian termasuk pada pinjaman, penerbitan sekuritas, sub debt, dan simpanan nasabah terjaga pada 82,64%.

Pendapatan bunga bersih meningkat 9,6% dari Rp1,5 triliun di Maret 2014 menjadi Rp1,6 triliun di Maret 2015 sejalan dengan membaiknya marjin bunga bersih bank menjadi 4,85% dari 4,73%.

Pendapatan operasional lainnya (pendapatan imbal jasa) per 31 Maret 2015 meningkat 26,0% menjadi Rp621 miliar dibandingkan dengan Rp493 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.

Menurut dia, total pendapatan imbal jasa bank terutama dihasilkan dari peningkatan pada biaya-biaya corporate deals, remittances , bancassurance, transaksi valuta asing, penggunaan kartu kredit, trade finance, dan lainnya. Nonperforming loan (NPL) berada pada level 2,80% (gross) dan 1,91% (net).

"Bank tetap harus waspada pada kualitas kredit karena beberapa usaha masih merasakan dampak lemahnya sektor komoditas dan pertambangan, perlambatan ekonomi dan lemahnya rupiah," jelasnya.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Pengumuman! KB Bank...
Pengumuman! KB Bank Resmi Ganti Nama Perusahaan Jadi PT Bank KB Indonesia Tbk
Cetak Laba Besar, BSI...
Cetak Laba Besar, BSI Bayar Zakat Lebih dari Rp122,5 Miliar
Forbes Tempatkan BSI...
Forbes Tempatkan BSI dalam Jajaran 5 Bank Terbaik Indonesia
MNC Land Ganti Nama...
MNC Land Ganti Nama Jadi PT MNC Tourism Indonesia Tbk
Pemaparan Kinerja PT...
Pemaparan Kinerja PT Bank Syariah Indonesia Tbk Triwulan III – 2021
Cost of Fund Turun,...
Cost of Fund Turun, Bos BSI Pede Bersaing dengan Bank Konvensional
Berita Terkini
Potensi Tokenisasi Aset...
Potensi Tokenisasi Aset Capai USD2 Triliun di 2030, Keamanan Investor Jadi Kunci
8 menit yang lalu
Airlangga Sangkal PFII...
Airlangga Sangkal PFII Jadi Surga Pencucian Uang: Bukan untuk Dana-dana Gelap
28 menit yang lalu
Pertamina Patra Niaga...
Pertamina Patra Niaga Bangun Budaya Sadar Bencana di Lingkungan Sekolah
1 jam yang lalu
Danantara Buka Pendaftaran...
Danantara Buka Pendaftaran Lenders Panel untuk Pembiayaan PSEL
1 jam yang lalu
Kepercayaan Konsumen...
Kepercayaan Konsumen Antarkan KARA Raih Empat Penghargaan IOB Award 2026
1 jam yang lalu
Kredit Perbankan Juni...
Kredit Perbankan Juni 2026 Tumbuh 12,67%, BI Optimistis Capai Target Tahun Ini
1 jam yang lalu
Infografis
Pertumbuhan Ekonomi...
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia di Kuartal I 2023 Tembus 5,03%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved