Rupiah Berakhir Terdepresiasi Lebihi Rp12.950/USD
Kamis, 30 April 2015 - 16:37 WIB
Rupiah Berakhir Terdepresiasi Lebihi Rp12.950/USD
A
A
A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini berakhir terdepresiasi melebih level Rp12.950/USD seiring dengan melemahnya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp12.962/USD. Posisi ini melemah 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.937/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.933/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.914/USD dan terlemah pada level Rp12.966/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.955/USD, dengan kisaran harian Rp12.807-12.982/USD. Posisi tersebut melemah 35 poin dibanding hari sebelumnya Rp12.920/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah pada level Rp12.950/USD, terdepresiasi 50 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.900/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.937/USD. Posisi ini membaik 27 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.964/USD. (Baca: Rupiah Siang Ini Berakhir Lesu)
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meski sentimen dari Amerika Serikat (AS) mendukung penguatan rupiah karena ruang gerak USD terbatas akibat perlambatan ekonomi AS pada kuartal I, namun sentimen dari dalam negeri, berupa proyeksi naiknya inflasi Indonesia menekan lajunya.
"Sinyalemen negatif terhadap tingkat inflasi RI yang diumumkan pada awal pekan depan yang diperkirakan naik, akan menahan laju apresiasi rupiah," kata dia, Kamis (30/4/2015).
Sementara IHSG sore ini berakhir kembali di jalur merah karena berlanjutnya tekanan jual investor asing. IHSG melemah 19,14 poin atau 0,37% ke level 5.086,42. (Baca: IHSG Tutup Pekan Perpanjang Koreksi)
Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp12.962/USD. Posisi ini melemah 25 poin dibanding hari sebelumnya di level Rp12.937/USD.
Masih berdasarkan data Bloomberg, rupiah pagi tadi dibuka pada level Rp12.933/USD. Adapun posisi rupiah terkuat di level Rp12.914/USD dan terlemah pada level Rp12.966/USD.
Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp12.955/USD, dengan kisaran harian Rp12.807-12.982/USD. Posisi tersebut melemah 35 poin dibanding hari sebelumnya Rp12.920/USD.
Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah pada level Rp12.950/USD, terdepresiasi 50 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp12.900/USD.
Posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp12.937/USD. Posisi ini membaik 27 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.964/USD. (Baca: Rupiah Siang Ini Berakhir Lesu)
Head of Research & Analysis BNI Nurul Eti Nurbaeti mengatakan, meski sentimen dari Amerika Serikat (AS) mendukung penguatan rupiah karena ruang gerak USD terbatas akibat perlambatan ekonomi AS pada kuartal I, namun sentimen dari dalam negeri, berupa proyeksi naiknya inflasi Indonesia menekan lajunya.
"Sinyalemen negatif terhadap tingkat inflasi RI yang diumumkan pada awal pekan depan yang diperkirakan naik, akan menahan laju apresiasi rupiah," kata dia, Kamis (30/4/2015).
Sementara IHSG sore ini berakhir kembali di jalur merah karena berlanjutnya tekanan jual investor asing. IHSG melemah 19,14 poin atau 0,37% ke level 5.086,42. (Baca: IHSG Tutup Pekan Perpanjang Koreksi)
(rna)