Kenaikan Harga Bakal Kerek Inflasi April di Atas Maret

Sabtu, 02 Mei 2015 - 11:25 WIB
Kenaikan Harga Bakal...
Kenaikan Harga Bakal Kerek Inflasi April di Atas Maret
A A A
JAKARTA - Kepala Ekonom Bank Negara Indonesia (BNI) Ryan Kirayanto memprediksi, inflasi April 2015 akan berada pada kisaran 0,3%. Angka ini melampaui Maret, yang hanya 0,17%.

Sementara inflasi tahunan (year on year/yoy), dia memperkirakan berada pada level 6,4%. Ryan menjelaskan, proyeksi meningkatnya inflasi pada bulan lalu dibanding bulan sebelumnya karena adanya penyesuaian harga-harga, seperti naiknya harga bahan bakar minyak (BBM).

"Pemerintah kan menaikkan harga BBM Rp500/liter. Itu pengaruh. Kemudian, rencana kenaikan tarif dasar listrik (TDL) yang bertahap dan elpiji 12 kg juga ikut mendorong kenaikan harga-harga," ungkap dia kepada Sindonews di Jakarta, Sabtu (2/5/2015)

Faktor lain yang turut mendukung kenaikan inflasi adalah imbas kenaikan harga tersebut terhadap kelompok bahan pangan. Di tambah, komoditi beras yang pada beberapa waktu lalu juga sempat mengalami kekosongan suplai, sehingga menyebabkan harganya melonjak.

Faktor selanjutnya, adanya kondisi inflasi karena impor (importir inflation) karena pelemahan mata uang rupiah terhadap USD.

"Meski impor kita masih ada, namun menurun. Itu barang-barang yang kita masukkan dari luar ke dalam juga mengandung faktor inflatoir yang namanya importir inflation," tuturnya.

Apalagi, lanjut dia, rupiah sedang mengalami masa-masa sulit atau tertekan, mengakibatkan harga barang impor menjadi tidak stabil.

"Kalau kita impor barang, harga barang dalam rupiah menjadi mahal. Jadi pengusaha menaikkan harga karena alasannya barangnya impor," imbuh Ryan.

Sekadar informasi, Indonesia pada Januari mengalami deflasi sebesar 0,24% dan pada Februari 0,36%. Namun pada Maret, terjadi inflasi sebesar 0,17% karena naiknya harga BBM dan transportasi.

(Baca: Target Ekonomi Sulit Dicapai Meski 10 Malaikat Turun)
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Terima Data Inflasi...
Terima Data Inflasi 2,84% dan Pertumbuhan Ekonomi 5,11%, Jokowi: Segar kalau Seperti Ini
Inflasi Bulan Maret...
Inflasi Bulan Maret 2025 Mencapai 1,65 Persen
Badan Pusat Statistik...
Badan Pusat Statistik : Inflasi 2021 Capai 1,87 Persen
Inflasi Mei Diperkirakan...
Inflasi Mei Diperkirakan Mencapai 0,31 Persen
Prediksi Inflasi September...
Prediksi Inflasi September 2022 Efek Kenaikan Harga BBM
Angka Inflasi Jawa Barat...
Angka Inflasi Jawa Barat Tertinggi
Berita Terkini
1.500 Pekerja Tekstil...
1.500 Pekerja Tekstil Terancam Kena PHK, Said Iqbal Ungkap Lokasinya
10 menit yang lalu
Relevansi Jadi Kunci...
Relevansi Jadi Kunci Utama Membangun Kekuatan Merek di Era Digital
9 jam yang lalu
Eropa Mulai Terbelah,...
Eropa Mulai Terbelah, Enam Negara Tolak Sanksi Baru terhadap Rusia
9 jam yang lalu
GAPKI Tegaskan Industri...
GAPKI Tegaskan Industri Sawit RI Terapkan Standar Keselamatan Kerja Berkelanjutan
9 jam yang lalu
Arus Kas ETF Bitcoin...
Arus Kas ETF Bitcoin Tembus Rp1,36 Triliun di Pertengahan Juli 2026
10 jam yang lalu
Airlangga Bocorkan Lahan...
Airlangga Bocorkan Lahan BUMN di Bali Jadi Opsi Calon Lokasi PFII
10 jam yang lalu
Infografis
10 Pesawat Militer Termahal...
10 Pesawat Militer Termahal di Dunia, Harga 7 Bomber B-2 Hampir Setara Anggaran MBG
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved