alexametrics

REI Expo 2015 Bidik Transaksi Rp3 Triliun

loading...
A+ A-
JAKARTA - Pameran properti REI Expo 2015, yang berlangsung di Jakarta Convention Center pada 2-10 Mei 2015 membidik transaksi sekitar Rp3 triliun.

Ketua Umum DPP Real Estat Indonesia (REI) Eddy Hussy mengatakan, target transaksi tersebut tak jauh berbeda dengan pelaksanaan REI tahun sebelumnya.

"Kali ini target kita minimal masih sama dengan tahun lalu Rp3 triliun. Properti tahun ini juga masih agak melambat, sehingga target maksimal kita prediksi masih sama dengan tahun lalu," ujar dia usai membuka pameran REI EXPO 2015 di Jakarta Convention Center, Sabtu (2/5/2015).

Eddy menjelaskan, pameran kali ini diikuti 150 pengembang terkemuka dengan menawarkan properti hunian dan niaga pada 175 lokasi proyek yang tersebar di berbagai kota Indonesia.

"Harga yang ditawarkan pun beragam, mulai dari Rp120 juta/unit. Kisaran lokasi juga sangat luas dari Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi hingga di luar kota Jakarta seperti Balikpapan, Batam, Lombok dan sebagainya," ungkapnya.

Seri pameran properti ke-29 ini, Eddy mengharapkan mampu mendorong pemenuhan kebutuhan investasi properti hunian dan niaga bagi masyaralat luas sesuai dengan komitmen pemerintah dalam memenuhi kebutuhan pasokan rumah bagi masyarakat luas sekaligus mendorong pengembangan potensi daerah.

"Pameran ini bukan hanya menawarkan properti pada wilayah Jabodetabek saja, namun juga di luar itu. Tujuannya kawasan properti pada akhirnya akan memberikan dampak positif berantai terhadap berbagau kegiatan ekonomi serta meningkatkan mobilitas masyarakat," ujarnya.

Eddy menambahkan, meski pertumbuhan properti masih melambat tahun ini, namun investasi pada sektor properti masih bisa diandalkan. Alasannya, sektor properti tak pernah menurun secara nilai, bahkan cenderung naik dari tahun ke tahun.

"Properti kita ketahui tidak ada turunnya. Bagi masyarakat yang punya duit, kita imbau investasi di sektor properti. Dengan imvestasi tersebut harapannya juga bisa mendongkrak lesunya pasar properti di Indonesia," jelasnya.
(rna)
preload video
KOMENTAR (pilih salah satu di bawah ini)
  • Disqus
  • Facebook
loading gif
Aktifkan notifikasi browser anda untuk mendapatkan update berita terkini SINDOnews.
Aktifkan
Tidak
Top