USD Tertekan, Rupiah Dibuka Terapresiasi

Rabu, 06 Mei 2015 - 10:23 WIB
USD Tertekan, Rupiah...
USD Tertekan, Rupiah Dibuka Terapresiasi
A A A
JAKARTA - Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) pada perdagangan hari ini dibuka terapresiasi karena tertekannya USD pasca rilis data perdagangan kuartal I.

Data Yahoofinance mencatat mata uang domestik pada level Rp13.026/USD. Posisi tersebut menguat 27 poin dibanding hari sebelumnya Rp13.053/USD.

Nilai tukar rupiah berdasarkan data Bloomberg pada level Rp13.035/USD. Posisi tersebut positif 26 poin dibanding kemarin di level Rp13.061/USD.

Sementara posisi rupiah berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) BI pada level Rp13.040/USD. Posisi ini memburuk 47 poin dibanding penutupan hari sebelumnya di level Rp12.993/USD.

Data Sindonews bersumber dari Limas hari ini menunjukkan rupiah pada level Rp13.053/USD, terapresiasi 14 poin dibanding posisi penutupan sebelumnya di level Rp13.067/USD.

Menguatnya rupiah pagi ini karena USD tergelincir dari level tertinggi tiga pekan terhadap yen dan satu pekan terhadap euro karena variatifnya data ekonomi Amerika Serikat (AS). Hal itu menambah ketidakpastian tentang laju kenaikan suku bunga di masa depan.

Sementara data lebih baik dari perkiraan pada sektor jasa AS untuk bulan April diimbangi dengan melebarnya defisit perdagangan dari yang diantisipasi.

"Posisi dolar AS di tengah data ekonomi AS yang mengecewakan pada kuartal I akan menjadikan posisinya rentah, apalagi jika laporan tenaga kerja April mengecewakan," kata analis mata uang di DailyFX.com Christopher Vecchio seperti dilansir dari Reuters, Rabu (6/5/2015).

Dia menambahkan bahwa kekuatan pasar tenaga kerja merupakan mesin pendorong kenaikan USD sejak Juli 2014. Pada akhir perdagangan, indeks USD turun 0,4% menjadi 95,072.
(rna)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Rp17.409 per Dolar AS
Rupiah Terlemah Sepanjang...
Rupiah Terlemah Sepanjang Sejarah
Wacana Lama Hidup Lagi,...
Wacana Lama Hidup Lagi, Ini Dua Sisi Pentingnya Redenominasi Rupiah
Rupiah Ditutup Melemah...
Rupiah Ditutup Melemah ke Level Rp15.526
Bikin Gaduh Karena Keliru...
Bikin Gaduh Karena Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Google Harus Tanggung Jawab!
Google Keliru Tampilkan...
Google Keliru Tampilkan Kurs Rupiah, Pengamat: Timbulkan Kegaduhan!
Berita Terkini
Purbaya Belum Percaya...
Purbaya Belum Percaya Daya Beli Mulai Lesu di Warteg: Nanti Saya Cek Lagi
33 menit yang lalu
LPPOM Dorong Konsep...
LPPOM Dorong Konsep Green Halal untuk Perkuat Industri Berkelanjutan
49 menit yang lalu
Bitget Stocks 2.0 Hadir...
Bitget Stocks 2.0 Hadir Menghubungkan Ekuitas Berbentuk Token dengan Likuiditas Nyata
56 menit yang lalu
LPPOM Paparkan Peluang...
LPPOM Paparkan Peluang Industri Halal Indonesia di Tokyo
1 jam yang lalu
KKP Pertegas Komitmen...
KKP Pertegas Komitmen Perkuat Pengawasan pada Momentum Hari Internasional Anti IUU Fishing
1 jam yang lalu
Perkuat Daya Saing Industri...
Perkuat Daya Saing Industri Wellness dan Beauty Nasional Mendunia, BRI Dukung BWB Expo 2026 di Bali
2 jam yang lalu
Infografis
Pendaftaran KIP Kuliah...
Pendaftaran KIP Kuliah untuk Seleksi Mandiri 2023 Dibuka
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved