Babak Belur Digebuk Inflasi, Google PHK 12.000 Pekerja
Sabtu, 21 Januari 2023 - 08:18 WIB
"Kiamat" itu kian terungkap jelas, setelah CNBC pada Kamis melaporkan bahwa perusahaan telah menunda sebagian cek bonus akhir tahun karyawan hingga Maret atau April, alih-alih membayarnya secara penuh pada Januari.
PHK itu sendiri memang bak bumerang akibat langkah besar-besaran Alphabet. Gergasi itu sebelumnya melakukan perekrutan besar-besaran selama beberapa tahun terakhir selama periode pertumbuhan dramatis di industri teknologi yang terjadi saat pandemi Covid-19.
Namun kondisi global dan Amerika Serikat yang berubah membuat sejumlah perusahaan teknologi menjadi babak belur. Inflasi yang menggiring suku bunga bank sentral AS (The Fed) meroket menjadi pukulan tersendiri buat perusahaan teknologi.
Kenaikan suku bunga dan inflasi selama setahun terakhir telah mengalahkan saham teknologi dan memaksa pengiklan untuk mengurangi belanja iklan online. Kenaikan suku bunga The Fed telah menyebabkan selera yang buruk untuk saham teknologi Amerika.
Iklim ekonomi makro yang suram pada gilirannya menambah tekanan pada perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan pemotongan besar-besaran terhadap tenaga kerja mereka.
"Kami mempekerjakan untuk realitas ekonomi yang berbeda dari yang kami hadapi saat ini," kata Sundar.
PHK itu sendiri memang bak bumerang akibat langkah besar-besaran Alphabet. Gergasi itu sebelumnya melakukan perekrutan besar-besaran selama beberapa tahun terakhir selama periode pertumbuhan dramatis di industri teknologi yang terjadi saat pandemi Covid-19.
Namun kondisi global dan Amerika Serikat yang berubah membuat sejumlah perusahaan teknologi menjadi babak belur. Inflasi yang menggiring suku bunga bank sentral AS (The Fed) meroket menjadi pukulan tersendiri buat perusahaan teknologi.
Kenaikan suku bunga dan inflasi selama setahun terakhir telah mengalahkan saham teknologi dan memaksa pengiklan untuk mengurangi belanja iklan online. Kenaikan suku bunga The Fed telah menyebabkan selera yang buruk untuk saham teknologi Amerika.
Iklim ekonomi makro yang suram pada gilirannya menambah tekanan pada perusahaan-perusahaan tersebut untuk melakukan pemotongan besar-besaran terhadap tenaga kerja mereka.
"Kami mempekerjakan untuk realitas ekonomi yang berbeda dari yang kami hadapi saat ini," kata Sundar.
Lihat Juga :