Stabilkan Harga atau Ekonomi Tumbuh, Sri Mulyani: Bak Memilih Antara Ayah atau Ibu
Rabu, 01 Februari 2023 - 13:36 WIB
Menkeu, Sri Mulyani bercerita soal dilema kebijakan ekonomi yang dihadapi para pembuatnya seperti halnya memilih antara ayah dan ibu. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Keuangan atau Menkeu, Sri Mulyani Indrawati memberikan, kabar baik seputar ekonomi global pada tahun 2023. Menurutnya dilema kebijakan yang dihadapi para pembuat kebijakan tentunya tidak akan sesulit sebelumnya.
Baca Juga: Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2022, Ini Pegangan Sri Mulyani
Sri Mulyani mengutarakan, yang paling sulit sebutnya adalah memilih di antara menstabilkan harga termasuk nilai tukar, versus mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
"Kalau disuruh memilih di antara keduanya, biasanya kita memilih keduanya bersamaan. Ini sama seperti dilema disuruh harus memilih antara ayah dan ibu, kita tidak akan memilih, kita mau keduanya," ungkap Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Menurutnya ada harapan baik di 2023 dengan kinerja ekonomi beberapa negara yang sudah sedikit membaik di kuartal terakhir 2022. Kinerja ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa pelemahan ekonomi global memang masih terjadi, tetapi tidak sedalam dan separah yang diperkirakan. Hanya saja, pelemahan ini masih akan berlanjut di kuartal I-2023.
"Atau bahkan mungkin berlangsung lebih lama, hingga semester I tahun 2023," ucap Sri Mulyani.
Baca Juga: Pede Ekonomi RI Tumbuh 5,3% di 2022, Ini Pegangan Sri Mulyani
Sri Mulyani mengutarakan, yang paling sulit sebutnya adalah memilih di antara menstabilkan harga termasuk nilai tukar, versus mempertahankan pertumbuhan ekonomi.
"Kalau disuruh memilih di antara keduanya, biasanya kita memilih keduanya bersamaan. Ini sama seperti dilema disuruh harus memilih antara ayah dan ibu, kita tidak akan memilih, kita mau keduanya," ungkap Sri Mulyani dalam Mandiri Investment Forum 2023 di Jakarta, Rabu (1/2/2023).
Menurutnya ada harapan baik di 2023 dengan kinerja ekonomi beberapa negara yang sudah sedikit membaik di kuartal terakhir 2022. Kinerja ekonomi tersebut menjadi bukti bahwa pelemahan ekonomi global memang masih terjadi, tetapi tidak sedalam dan separah yang diperkirakan. Hanya saja, pelemahan ini masih akan berlanjut di kuartal I-2023.
"Atau bahkan mungkin berlangsung lebih lama, hingga semester I tahun 2023," ucap Sri Mulyani.
Lihat Juga :