E-Commerce Harus Utamakan Keselamatan Data

Rabu, 15 Juli 2020 - 07:56 WIB
“Ini adalah kebutuhan mutlak, terutama ketika e-commerce diatur untuk mencapai dua pertiga dari ekonomi digital negara pada 2025,” kata Hatch. (Baca juga: Diduga Terinfeksi Covid-19, 12.000 Tentara Israel Dikarantina)

Pada kesempatan itu, Hatch juga melihat digitalisasi yang cepat terjadi di seluruh sektor bisnis di Tanah Air, merupakan sesuatu yang menarik karena memunculkan pergeseran di pasar. Di sisi lain, ada juga potensi benturan di sektor infrastruktur hingga literasi digital di bagian pengguna akhir.

Untuk itu, guna mewujudkan keamanan e-commerce, Akamai merekomendasikan agar perusahaan menggunakan perlindungan web untuk transaksi daring yang dikirim jauh dari pusat data agar dapat menjaga keamanan pelanggan, konten, dan informasi transaksi.

“Survei yang dilakukan Akamai berkaitan dengan keadaan keamanan internet dan serangan ritel, terungkap bahwa 70% responden merasa bahwa mereka kurang dalam hal menempatkan solusi dan teknologi di tempat untuk menahan atau mencegah serangan isian kredensial. Hal ini menunjukkan bahwa banyak organisasi e-commerce masih perlu menerapkan sistem untuk menurunkan risiko masalah keamanan data,” katanya. ( Lihat videonya: Banjir Bandang di Kabupaten Luwu Hancurkan Akses Jalan Desa)

Hatch menyarankan, agar tetap aman saat bertransaksi daring, konsumen harus memperhatikan beberapa hal antara lain tidak mengklik tautan yang tidak dikenal, selalu waspada terhadap informasi pribadi yang berpotensi disalahgunakan, dan jangan pernah menggunakan kembali katan sandi yang sama. (Yanto Kusdiantono)
(ysw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!