5 Proyek Raksasa China di Indonesia: Habiskan Duit Rp112,5 Triliun, Nomor 2 Paling Ribet...Bet
Minggu, 05 Februari 2023 - 12:42 WIB
Pada Desmber 2022 pemerintah menerbitkan PP No. 64 Tahun 2022. Lewat beleid itu pemerintah menyuntikan dana APBN untuk proyek Kereta Cepat Jakarta Bandung sebesar Rp3,2 triliun.
3. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)
IMIP mengelola kawasan industri berbasis nikel yang terintegrasi dengan produk utama berupa nikel, stainless steel, dan carbon steel yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan Industri IMIP merupakan kerja sama antara Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Steel Group dari China yang secara rill mulai dibangun pada 2014. Saat ini IMIP memiliki 11 smelter dan investasi yang dihabiskannya mencapai Rp235 triliun.
4. PT GNI
PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang belum lama ini menjadi sorotan akibat bentrok pekerja lokal dan TKA China menamankan duitnya USD3 miliar atau Rp45 triliun. Pabrik PT GNI yang diremikan Jokowi pada Desember 2021 dibangun di daerah Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Pabrik itu dimiliki oleh perusahaan baja China, yakni Jiangsu Delong Nickel Industry Co. Ltd, perusahaan pertambangan nikel yang bergerak di bidang penambangan, peleburan, dan pemurnian nikel.
5. Waduk Jatigede
Waduk yang diresmikan pada 2015 ini memang investasi China yang dikandungnya tak terlalu besar. CEXIM-China hanya mengucurkan dana USD215,62 juta atau sekitar Rp3,23 triliun. Jumlah itu sekitar 46% dari total anggaran waduk yang mencapai Rp7 triliun (USD467 juta).
Meski demikian, Jatigede merupakan waduk terbesar yang pernah diresmikan di era Jokowi. Proyek ini sendiri sebenarnya dimulai pada 2008, di era pemerintahan SBY.
Waduk Jatigede Proyek yang digagas sejak era Presiden Soekarno ini mulai dialiri air pada 2015 lalu. Acara penggenangan air itu diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. "Saya ditugasi Pak Presiden Jokowi untuk meresmikan penggenangan hari ini," kata Basuki di Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).
Baca juga: Pemerintah Targetkan Hilirisasi Bauksit Dongkrak Pendapatan Negara Rp62 Triliun
Waduk Jatigede menjadi waduk terbesar di Indonesia setelah Jatiluhur. Waduk itu dapat mengaliri 90.000 hektare khususnya wilayah Majalengka, Cirebon dan Indramayu. Waduk Jatigede mempunyai luas mencapai 4.983 hektare. Selain untuk irigasi, Waduk Jatigede juga menjadi pembangkit listrik sumber tenaga PLTS 110 megawatt.
3. PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP)
IMIP mengelola kawasan industri berbasis nikel yang terintegrasi dengan produk utama berupa nikel, stainless steel, dan carbon steel yang berlokasi di Kabupaten Morowali, Sulawesi Tengah. Kawasan Industri IMIP merupakan kerja sama antara Bintang Delapan Group dari Indonesia dengan Tsingshan Steel Group dari China yang secara rill mulai dibangun pada 2014. Saat ini IMIP memiliki 11 smelter dan investasi yang dihabiskannya mencapai Rp235 triliun.
4. PT GNI
PT Gunbuster Nickel Industri (GNI) yang belum lama ini menjadi sorotan akibat bentrok pekerja lokal dan TKA China menamankan duitnya USD3 miliar atau Rp45 triliun. Pabrik PT GNI yang diremikan Jokowi pada Desember 2021 dibangun di daerah Morowali Utara, Sulawesi Tengah. Pabrik itu dimiliki oleh perusahaan baja China, yakni Jiangsu Delong Nickel Industry Co. Ltd, perusahaan pertambangan nikel yang bergerak di bidang penambangan, peleburan, dan pemurnian nikel.
5. Waduk Jatigede
Waduk yang diresmikan pada 2015 ini memang investasi China yang dikandungnya tak terlalu besar. CEXIM-China hanya mengucurkan dana USD215,62 juta atau sekitar Rp3,23 triliun. Jumlah itu sekitar 46% dari total anggaran waduk yang mencapai Rp7 triliun (USD467 juta).
Meski demikian, Jatigede merupakan waduk terbesar yang pernah diresmikan di era Jokowi. Proyek ini sendiri sebenarnya dimulai pada 2008, di era pemerintahan SBY.
Waduk Jatigede Proyek yang digagas sejak era Presiden Soekarno ini mulai dialiri air pada 2015 lalu. Acara penggenangan air itu diresmikan oleh Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono. "Saya ditugasi Pak Presiden Jokowi untuk meresmikan penggenangan hari ini," kata Basuki di Bendungan Jatigede, Sumedang, Jawa Barat, Senin (31/8/2015).
Baca juga: Pemerintah Targetkan Hilirisasi Bauksit Dongkrak Pendapatan Negara Rp62 Triliun
Waduk Jatigede menjadi waduk terbesar di Indonesia setelah Jatiluhur. Waduk itu dapat mengaliri 90.000 hektare khususnya wilayah Majalengka, Cirebon dan Indramayu. Waduk Jatigede mempunyai luas mencapai 4.983 hektare. Selain untuk irigasi, Waduk Jatigede juga menjadi pembangkit listrik sumber tenaga PLTS 110 megawatt.
(uka)
Lihat Juga :