Kepala Otorita Sebut Ada 90 Investor Serius Garap Proyek di IKN Nusantara
Senin, 06 Februari 2023 - 14:04 WIB
Jumlah investor yang serius menggarap proyek di IKN Nusantara kian bertambah. Foto/Dok
JAKARTA - Kepala Otorita Ibu Kota Nusantara (OIKN) Bambang Susantono melaporkan perkembangan investasi pembangunan Ibu Kota Negara ( IKN ) Nusantara di Kalimantan Timur. Menurut Bambang hingga Minggu kemarin (5/2/2023) sudah ada 142 surat pernyataan minat investor untuk menggarap proyek di IKN Nusantara.
Baca juga: Laporkan Progres Pembangunan IKN, Menteri Basuki Tekankan Pentingnya Peduli Lingkungan
Bambang mengatakan surat minat investasi (LoI) itu berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari 142 LoI tersebut setidaknya ada 90 surat yang saat ini tengah ditangani, karena dinilai cukup serius untuk menanamkan modalnya di IKN Nusantara.
"Kami ingin laporkan bahwa kami menerima surat penyataan minat atau LoI, hingga minggu lalu jumlahnya sudah 142. Sekitar 90 itu kami mengategorikan pihak-pihak yang serius," ujar Bambang dalam rapat dengar pendapt (RDP) bersama Komisi XI DPR, Senin (6/2/2023).
Bambang mengatakan, memang dalam pembangunan ibu kota baru dominan menggunakan uang dari pemodal. Bahkan porsi pendanaan APBN hanya sekitar 20%, sedangkan sisanya menggunakan uang investor.
"Dan 90 LoI itu yang kami akan lanjutkan dengan berbagai macam proses bisnis, menggunakan KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) atau yang lainnya," sambung Bambang.
Baca juga: Laporkan Progres Pembangunan IKN, Menteri Basuki Tekankan Pentingnya Peduli Lingkungan
Bambang mengatakan surat minat investasi (LoI) itu berasal dari dalam negeri maupun luar negeri. Dari 142 LoI tersebut setidaknya ada 90 surat yang saat ini tengah ditangani, karena dinilai cukup serius untuk menanamkan modalnya di IKN Nusantara.
"Kami ingin laporkan bahwa kami menerima surat penyataan minat atau LoI, hingga minggu lalu jumlahnya sudah 142. Sekitar 90 itu kami mengategorikan pihak-pihak yang serius," ujar Bambang dalam rapat dengar pendapt (RDP) bersama Komisi XI DPR, Senin (6/2/2023).
Bambang mengatakan, memang dalam pembangunan ibu kota baru dominan menggunakan uang dari pemodal. Bahkan porsi pendanaan APBN hanya sekitar 20%, sedangkan sisanya menggunakan uang investor.
"Dan 90 LoI itu yang kami akan lanjutkan dengan berbagai macam proses bisnis, menggunakan KPBU (kerja sama pemerintah dan badan usaha) atau yang lainnya," sambung Bambang.
Lihat Juga :