Biaya Kereta Cepat Bengkak Rp18,2 Triliun, Begini Respons Jokowi
Kamis, 16 Februari 2023 - 14:23 WIB
Presiden Jokowi menjelaskan, keberpihakan pemerintah dalam membangun moda transportasi ini diharapkan dapat menciptakan moda transportasi yang terintegrasi sehingga akses masyarakat menggunakan transportasi umum menjadi lebih mudah.
"Agar moda transportasi terintegrasi di dalam kota maupun dari kota ke kota, sehingga orang tidak cenderung kepada kendaraan pribadi," sambung Presiden Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Akui Lonjakan Penjualan Mobil dan Motor Picu Kemacetan di Mana-mana
Pada kesempatan sebelumnya, Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Rahadian Ratry mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab membengkaknya biaya pembangunan KCIC adalah cost overrun terkait frekuensi GSMR.
Dia menjelaskan, bahwa awalnya dalam feasibility study atau studi kelayakan projek Kereta Cepat Jakarta-Bandungmemang diasumsikan frekuensi GSMR disediakan secara gratis oleh pemerintah, seperti yang berjalan di China. Sementara kondisi di Indonesia, frekuensi GSMR sudah terpakai untuk industri telekomunikasi sejak tahun 1990-an.
"Agar moda transportasi terintegrasi di dalam kota maupun dari kota ke kota, sehingga orang tidak cenderung kepada kendaraan pribadi," sambung Presiden Jokowi.
Baca Juga: Jokowi Akui Lonjakan Penjualan Mobil dan Motor Picu Kemacetan di Mana-mana
Pada kesempatan sebelumnya, Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC), Rahadian Ratry mengatakan, salah satu yang menjadi penyebab membengkaknya biaya pembangunan KCIC adalah cost overrun terkait frekuensi GSMR.
Dia menjelaskan, bahwa awalnya dalam feasibility study atau studi kelayakan projek Kereta Cepat Jakarta-Bandungmemang diasumsikan frekuensi GSMR disediakan secara gratis oleh pemerintah, seperti yang berjalan di China. Sementara kondisi di Indonesia, frekuensi GSMR sudah terpakai untuk industri telekomunikasi sejak tahun 1990-an.
Lihat Juga :