Bunga Acuan BI Dipangkas, (Seharusnya) Bunga Kredit Bank pun Ikut

Kamis, 16 Juli 2020 - 09:52 WIB
Sedangkan faktor penurunan suku bunga ini melihat, defisit transaksi berjalan (CAD) pada kuartal II 2020 (2Q20) diperkirakan tetap rendah dan bahkan lebih rendah dibandingkan CAD pada kuartal I 2020 yang tercatat -1,4% terhadap PDB.

"Penurunan defisit transaksi berjalan tersebut terindikasi dari surplus neraca perdagangan pada 2Q20 yang tercatat surplus USD2,91miliar, meningkat dari kuartal sebelumnya yang tercatat USD2,59miliar," katanya.

Dia menambahkan, ekspektasi kembali menurunnya defisit transaksi berjalan pada 2Q20 mengindikasikan bahwa aktivitas investasi serta permintaan domestik yang lemah sehingga mendorong ekspektasi perlambatan ekonomi yang signifikan pada 2020.

Secara keseluruhan, penurunan suku bunga acuan BI bertujuan untuk memberikan stimulasi bagi perekonomian domestik, khususnya sisi permintaan perekonomian dan mendukung aktivitas produksi yang secara gradual mulai membaik. Terutama, dalam mendorong penurunan suku bunga perbankan sehingga dapat mengakselerasi momentum pemulihan ekonomi nasional.

"Suku bunga instrumen BI lainnya, yakni reverse repo SUN, dalam 1-2 minggu terakhir ini menunjukkan penurunan yang pada umumnya mengindikasikan penurunan suku bunga acuan BI," tandasnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!