Pacu Transformasi UMKM Indonesia, dari Digitalisasi Menuju Go Export
Senin, 27 Februari 2023 - 10:54 WIB
Baca juga: Riset BRI: Aktivitas Bisnis UMKM Terus Meningkat Dorong Ekonomi
Pacu Ekspor Produk UMKM
Kementerian Koordinator bidang Perekonomian melaporkan, kontribusi ekspor produk UMKM Indonesia naik dari 14,37% pada 2020 menjadi 15,69% pada 2021.
Melihat pangsa pasar ekspor untuk UMKM masih sangat besar, kontribusi ekspor UMKM ditargetkan meningkat hingga 17% pada tahun 2024.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah memberi dukungan penuh agar UMKM bisa berkembang dan go international.
Untuk itu, Kementerian Perdagangan juga terus mengembangkan pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk Indonesia, termasuk produk buatan UMKM. Adapun beberapa pasar ekspor nontradisional di antaranya Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.
Menurut Mendag, pasar nontradisional ini memiliki karakteristik yang tepat untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah, seperti jumlah penduduk yang besar, daya beli yang tinggi, dan minat terhadap produk-produk UMKM.
“Alternatif-alternatif pasar nontradisional yang kami terus buka ini cocok bila dijajaki UMKM,” kata Mendag dalam keterangan resmi, Senin (27/2/2023).
Guna semakin menggencarkan ekspor produk-produk ini, perlu strategi yang dapat mempertemukan para calon pembeli dengan pengusaha dan UMKM di Indonesia. Dengan cara tersebut, penjajakan produk-produk Indonesia ke pasar luar negeri dapat semakin dioptimalisasi.
“Produk-produk kita sebenarnya digemari, laku. Tinggal bagaimana mempertemukan pasar itu dengan pelaku UMKM,” tandas Mendag.
Pacu Ekspor Produk UMKM
Kementerian Koordinator bidang Perekonomian melaporkan, kontribusi ekspor produk UMKM Indonesia naik dari 14,37% pada 2020 menjadi 15,69% pada 2021.
Melihat pangsa pasar ekspor untuk UMKM masih sangat besar, kontribusi ekspor UMKM ditargetkan meningkat hingga 17% pada tahun 2024.
Menteri Perdagangan (Mendag) Zulkifli Hasan mengatakan, pemerintah memberi dukungan penuh agar UMKM bisa berkembang dan go international.
Untuk itu, Kementerian Perdagangan juga terus mengembangkan pasar baru sebagai tujuan ekspor produk-produk Indonesia, termasuk produk buatan UMKM. Adapun beberapa pasar ekspor nontradisional di antaranya Asia Selatan, Afrika, Timur Tengah, dan Eropa Timur.
Menurut Mendag, pasar nontradisional ini memiliki karakteristik yang tepat untuk pelaku usaha mikro kecil dan menengah, seperti jumlah penduduk yang besar, daya beli yang tinggi, dan minat terhadap produk-produk UMKM.
“Alternatif-alternatif pasar nontradisional yang kami terus buka ini cocok bila dijajaki UMKM,” kata Mendag dalam keterangan resmi, Senin (27/2/2023).
Guna semakin menggencarkan ekspor produk-produk ini, perlu strategi yang dapat mempertemukan para calon pembeli dengan pengusaha dan UMKM di Indonesia. Dengan cara tersebut, penjajakan produk-produk Indonesia ke pasar luar negeri dapat semakin dioptimalisasi.
“Produk-produk kita sebenarnya digemari, laku. Tinggal bagaimana mempertemukan pasar itu dengan pelaku UMKM,” tandas Mendag.
(ind)
Lihat Juga :