Mengintip Pledoi Pedagang dan Pembeli dari Aktivitas Thrifting Impor di Pasar Senen

Sabtu, 18 Maret 2023 - 07:35 WIB
"Kan itu mata pencaharian mereka juga dan masyarakat juga mau, jadikan feedbacknya ada," tuturnya.

Senada, pembeli lain bernama Ningsih mengaku tidak setuju dengan rencana penghentian aktivitas belanja barang bekas impor. Sebab menurut ningsih masih banyak masyarakat yang terbantu dengan adanya barang tersebut.

"Ya kurang setuju, kasihan juga mas, itu kan mata pencaharian mereka, terus kita kan rakyat kecil kadang juga ngeliat harga, dapetin kualitas bagus tapi dengan harga murah," pungkasnya.

"Jadi yang namanya impor pakaian bekas itu stop,” tegas Presiden Jokowi, Rabu (15/3/2023).

Sebelumnya, Deputi Bidang UKM Kementerian Koperasi dan UKM Hanung Harimba Rachman mengungkapkan berdasarkan catatan dari Asosiasi Serat dan Tekstil, sekitar 15-20% pasar dalam negeri tergerus oleh produk pakaian bekas impor.

"Kalau perhitungannya itu, kurang lebih 15% sampai 20% dari total produksi nasional dampaknya. Artinya itu menggerus pangsa pasar 15% sampai 20%," kata Hanung dalam diskusi bersama e-commerce di kantor KemenkopUKM.

Baca juga: Duet Prabowo-Ganjar yang Bikin Panas Cak Imin dan PKB

Tak hanya itu, sambungnya, pakaian bekas impor juga menimbulkan masalah lingkungan. Saat ini Indonesia menghasilkan 62.633 ton sampah tekstil per tahun. "Apalagi kalau ditambah impor, jadi problem lingkungan nanti tentu," imbuhnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!