Barito Pacific Sangup Cetak Laba Rp480 Miliar di 2022

Jum'at, 31 Maret 2023 - 20:06 WIB
Selanjutnya, perusahaan akan berkomitmen untuk memajukan strategi ekspansi dengan mengkonsolidasikan aset panas bumi untuk memperkuat posisi perusahaan pada energi terbarukan.

"Keputusan strategis ini diharapkan dapat memantapkan posisi kami sebagai perusahaan energi yang paling beragam dan terintegrasi, serta satu posisi terbaik untuk membantu program transisi energi," tambahnya.

Sejalan dengan pendapatan yang melambat, EBITDA konsolidasi perusahaan turun dari USD797 juta menjadi USD475 juta. Sebagian karena tidak adanya pemulihan margin di segmen petrokimia dengan fundamen yang berasal dari segmen panas bumi.

"Yang menyebabkan margin EBITDA tergerus menjadi 16,05% dari 25,26% pada tahun sebelumnya," ungkap dia.

Perusahaan juga tetap mempertahankan profil likuiditas yang besar sebagai penyangga terhadap masa-masa yang tidak pasti. Dia menyebutkan bahwa posisi utang terhadap modal perusahaan di 2022 mencapai 51,6% dan utang bersih terhadap ekuitas sebesar 0.63x, yang menunjukkan profil keuangan yang sehat untuk mendukung ekspansi dalam beberapa tahun ke depan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!