Terkoreksi, Chandra Asri Bukukan Pendapatan Rp35,7 Triliun di 2022

Jum'at, 31 Maret 2023 - 20:36 WIB
Lebih lanjut, Suryandi menyebut, terlepas dari kondisi pasar yang sangat menantang, perseroan berhasil mencapai titik impas secara tunai dengan Earnings Before Interest, Tax, Depreciation and Amortization (EBITDA) positif sebesar USD5,3 juta yang merupakan kinerja yang jauh lebih kuat daripada peers di industri yang sama.

Untuk mengatasi volatilitas yang sedang berlangsung, perseroan terus mempertahankan kebijakan keuangan dengan prinsip kehati-hatian, serta mempertahankan posisi neraca yang kuat, dengan liquidity pool sebesar USD2,67 miliar.

Liquidity pool ini terdiri dari USD1,4 miliar kas dan setara kas, USD876,4 juta surat berharga, dan sebesar USD393,5 juta fasilitas committed revolving credit yang masih tersedia untuk dapat digunakan.

Chandra Asri juga tetap fokus untuk melakukan pengembangan bisnis salah satunya dengan merampungkan proses akuisisi saham PT Krakatau Daya Listrik (PT KDL) sebesar 70% dan PT Krakatau Tirta Industri (PT KTI) sebesar 49%, yakni dua anak usaha PT Krakatau Sarana Infrastruktur (PT KSI) milik PT Krakatau Steel Tbk (KRAS) dengan nilai total sebesar Rp3,24 triliun.

Langkah ekspansi ini, lanjut Suryandi, untuk semakin meningkatkan fundamental model bisnis Chandra Asri dan membuka banyak sinergi yang menarik yang memungkinkan diversifikasi dan perluasan basis pendapatan perseroan menjadi aset utilitas infrastruktur, dan memperkuat kemampuan strategis Chandra Asri di pasar inti perseroan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!