Naik 230%, PAM Mineral Bukukan Laba Bersih Rp150 Miliar

Selasa, 04 April 2023 - 09:30 WIB
NICL juga melakukan diversifikasi produk dengan pembagian berdasarkan persentasi kadar nikel yang terkandung dalam bijih menjadi bijih kadar rendah, bijih kadar menengah dan bijih kadar tinggi. Perseroan juga melakukan pemanfaatan bijih kadar rendah dengan melakukan optimalisasi cut off grade sehingga bijih kadar rendah yang sebelumnya dianggap waste dapat diolah dan dipasarkan.

"Pada 2023, perseroan akan fokus untuk meningkatkan produksi nikel dari sebelumnya sebesar 2,1 juta ton menjadi sebesar 2,6 juta ton. Kami sudah memperoleh persetujuan RKAB dari ESDM untuk rencana peningkatan produksi kami," kata dia.

Baca Juga: Tumbuh 12 Persen Lebih, Jamsyar Raih Laba Rp189 Miliar

Ruddy mengungkapkan perusahaan akan fokus untuk menambah cadangan nikel baik melalui optimalisasikan dari di wilayah IUP Perseroan di Morowali maupun wilayah IUP anak perusahaan di Konawe. Selain itu, NICL juga akan mencari peluang IUP baru baik secara organic maupun an-organic untuk mendukung rencana Perseroan diatas.

"Dengan dukungan pemerintah pusat dan daerah terhadap hilirisasi nikel serta partisipasi aktif masyarakat lingkar tambang, kami yakin dapat mencapai rencana bisnis yang telah disusun tahun ini," jelasnya.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!