Kehilangan Sapardi Djoko Damono, Erick: Karya Indah Bapak Selalu Hidup di Hati
Senin, 20 Juli 2020 - 09:13 WIB
(Baca Juga: Dekan FIB UI: Kampus Sangat Kehilangan Prof. Sapardi )
Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang sastrawan fenomenal yang dimiliki Indonesia. Ia meninggal dunia pada, Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Bahkan, sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.
Salah satu karyanya yang paling populer adalah "Aku Ingin", yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu "Hujan Bulan Juni", "Yang Fana adalah Waktu", dan "Akulah si Telaga".
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie Melancholic Bitch.
Untuk diketahui, Sapardi Djoko Damono merupakan seorang sastrawan fenomenal yang dimiliki Indonesia. Ia meninggal dunia pada, Minggu (19/7/2020) pukul 09.17 WIB. Almarhum menghembuskan nafas terakhir di Eka Hospital BSD, Tangerang Selatan.
Karya-karyanya dikenal oleh masyarakat Indonesia lintas generasi. Bahkan, sajak-sajak Sapardi telah diterjemahkan ke dalam berbagai bahasa, termasuk bahasa daerah.
Salah satu karyanya yang paling populer adalah "Aku Ingin", yang konon sering digunakan dalam undangan perkawinan. Sajak-sajak lainnya yang terkenal yaitu "Hujan Bulan Juni", "Yang Fana adalah Waktu", dan "Akulah si Telaga".
Kepopuleran puisi-puisi itu sebagian berkat musikalisasi oleh beberapa seniman, termasuk Ari Reda, Ananda Sukarlan, hingga band indie Melancholic Bitch.
Lihat Juga :