Soal Jaga Inflasi atau Stabilitas Keuangan, Sri Mulyani: Seperti Memilih Ayah atau Ibu
Kamis, 06 April 2023 - 14:28 WIB
"Sama seperti dengan AS. Persepsi stabilitas itu sekarang hancur dengan munculnya permasalahan di SVB dan Credit Suisse Bank. Ini merupakan sesuatu yang harus kita waspadai, karena AS dan Eropa di dalam menaikkan suku bunga secara ekstrim untuk mengendalikan inflasi memberikan dampak yang tidak kecil terhadap stabilitas sektor keuangannya," jelas Sri.
Pilihan-pilihan kebijakan, sebut dia, menjadi sangat-sangat dilematis, antara memilih stabilitas dari sisi pengendalian inflasi, atau stabilitas dari sisi lembaga keuangannya.
"Dua-duanya sebenarnya tidak bisa dipilih. Banyak situasi sebagai policy maker, sering kita dihadapkan pada pilihan yang dua-duanya tidak ingin kita pilih. Karena dua-duanya dianggap penting, sama seperti memilih antara ayah atau ibu," ucap Sri.
Baca juga: Kanada dan AS Akui Babi adalah Hewan Pembawa Malapetaka
Sri mengatakan bahwa hal ini adalah kondisi policy maker yang paling sulit, yaitu ketika dihadapkan situasi dilema. "Atau sering dalam bahasa ekonominya adalah trade-off pilihan yang tidak mengenakkan antara yang satu ada konsekuensi politik, sosial, atau ekonomi, dan yang satu lagi juga sama menyakitkannya secara sosial, politik, atau ekonomi," pungkas Sri.
Pilihan-pilihan kebijakan, sebut dia, menjadi sangat-sangat dilematis, antara memilih stabilitas dari sisi pengendalian inflasi, atau stabilitas dari sisi lembaga keuangannya.
"Dua-duanya sebenarnya tidak bisa dipilih. Banyak situasi sebagai policy maker, sering kita dihadapkan pada pilihan yang dua-duanya tidak ingin kita pilih. Karena dua-duanya dianggap penting, sama seperti memilih antara ayah atau ibu," ucap Sri.
Baca juga: Kanada dan AS Akui Babi adalah Hewan Pembawa Malapetaka
Sri mengatakan bahwa hal ini adalah kondisi policy maker yang paling sulit, yaitu ketika dihadapkan situasi dilema. "Atau sering dalam bahasa ekonominya adalah trade-off pilihan yang tidak mengenakkan antara yang satu ada konsekuensi politik, sosial, atau ekonomi, dan yang satu lagi juga sama menyakitkannya secara sosial, politik, atau ekonomi," pungkas Sri.
(uka)
Lihat Juga :