Komisi VII DPR Apresiasi Progres Smelter Freeport di Gresik
Jum'at, 07 April 2023 - 21:25 WIB
Melalui penambahan tersebut, kapasitas pengolahan konsentrat tembaga di PT Smelting akan bertambah dari 1 juta dry metric ton (dmt) menjadi 1,3 juta dmt per tahun. Sehingga, katoda tembaga yang dihasilkan dari proses pengolahan tersebut akan meningkat dari 300 ribu ton per tahun menjadi 350 ribu ton per tahun.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, pihaknya menargetkan ekspansi yang konstruksinya telah dimulai sejak 2022 ini akan rampung pada November 2023. Ekspansi itu kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampai akhir Desember 2023. Sehingga pada awal tahun 2024, PT Smelting akan mampu beroperasi dengan kapasitas baru. Dengan nilai investasi sebesar USD250 juta atau setara dengan Rp3,2 triliun.
Baca Juga: Rumah Sakit Freeport Raih Apresiasi Pemerintah Atas Penanganan Covid-19
PTFI sekaligus meningkatkan kepemilikan sahamnya terhadap PT Smelting dari 39,5 persen menjadi 65 persen. Sementara, PT Mitsubishi Material Corporation akan memegang 35 persen kepemilikan saham PT Smelting. Tony menerangkan aksi korporasi berupa peningkatan kapasitas pengolahan PT Smelting ini sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan industri hilir dalam negeri.
"Dukungan ini, yang juga diikuti dengan terciptanya nilai tambah melalui peningkatan nilai investasi perusahaan serta penyerapan tenaga kerja, adalah bagian dari upaya kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara di mana pun kami beroperasi," ujar Tony.
Pada kesempatan yang sama, Presiden Direktur PTFI Tony Wenas mengatakan, pihaknya menargetkan ekspansi yang konstruksinya telah dimulai sejak 2022 ini akan rampung pada November 2023. Ekspansi itu kemudian dilanjutkan dengan peningkatan kapasitas pengolahan sampai akhir Desember 2023. Sehingga pada awal tahun 2024, PT Smelting akan mampu beroperasi dengan kapasitas baru. Dengan nilai investasi sebesar USD250 juta atau setara dengan Rp3,2 triliun.
Baca Juga: Rumah Sakit Freeport Raih Apresiasi Pemerintah Atas Penanganan Covid-19
PTFI sekaligus meningkatkan kepemilikan sahamnya terhadap PT Smelting dari 39,5 persen menjadi 65 persen. Sementara, PT Mitsubishi Material Corporation akan memegang 35 persen kepemilikan saham PT Smelting. Tony menerangkan aksi korporasi berupa peningkatan kapasitas pengolahan PT Smelting ini sejalan dengan semangat pemerintah Indonesia untuk terus mengembangkan industri hilir dalam negeri.
"Dukungan ini, yang juga diikuti dengan terciptanya nilai tambah melalui peningkatan nilai investasi perusahaan serta penyerapan tenaga kerja, adalah bagian dari upaya kami untuk terus berkontribusi bagi kemajuan negara di mana pun kami beroperasi," ujar Tony.
Lihat Juga :