Kepala Bappenas Ingin Gorontalo Pimpin Pemulihan Ekonomi Indonesia Timur

Rabu, 29 April 2020 - 05:12 WIB
Untuk mempercepat pembangunan SDM, Suharso merekomendasikan Provinsi Gorontalo untuk meningkatkan akses layanan pendidikan dan kesehatan. “Layanan kesehatan harus diisi dengan dokter dan sembilan jenis tenaga kesehatan harus dimiliki di seluruh Puskesmas di Indonesia. Sayangnya, sangat jarang Puskesmas yang memiliki ini. Hanya 18% yang memiliki pelayanan ini, termasuk Gorontalo, tidak ada Puskesmas yang memenuhi syarat. Padahal, alat kesehatan cukup banyak,” jelasnya.

Meski demikian, Suharso berharap dengan adanya rumah sakit yang akan dibangun di Gorontalo bisa meningkatkan akses layanan kesehatan bagi masyarakat. Peran pemerintah daerah juga penting untuk memutus rantai penyebaran virus. Pemerintah daerah diharapkan dapat mengoptimalkan APBD dan dana desa untuk mitigasi dampak Covid-19. Tidak hanya untuk bantuan sosial, dana ini juga dapat digunakan untuk stimulus padat karya di pedesaan.

Suharso juga mendorong Gorontalo untuk menjaga ekonomi lokal, terutama di sektor pangan untuk mengantisipasi prediksi kelangkaan pangan pasca pandemi Covid-19. “Stimulus permodalan bagi sektor industri pangan perlu diberikan, terutama untuk peserta UMKM,” ungkapnya.

Dengan potensi yang dimiliki saat ini, Kementerian PPN/Bappenas optimistis ekonomi Gorontalo dapat bangkit. Ekonomi Gorontalo di 2021 ditargetkan dapat tumbuh pada rentang 5,6-6,8%.

Pertumbuhan tersebut juga diiringi dengan penambahan lapangan kerja baru sehingga Tingkat Pengangguran Terbuka dapat turun menjadi 5,7% dan Tingkat Kemiskinan dapat ditekan menjadi 14,1%. Selain itu, Indeks Pembangunan Manusia di Gorontalo ditargetkan meningkat menjadi 69,79-89,82% dan kesenjangan antar kelompok di kisaran 0,400-0,405.
(akr)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!