Bangun Pabrik Jadi Strategi Menekan Impor Produk Soda Ash
Selasa, 09 Mei 2023 - 15:29 WIB
Kehadiran pabrik penghasil soda ash akan menekan jumlah impor. Foto/Ist
JAKARTA - Indonesia masih harus mengimpor soda ash hingga hampir satu juta metrik ton per tahun. Bukan tanpa alasan, karena senyawa soda ash memang sangat dibutuhkan dalam kehidupan bermasyarakat sehari-hari. Tak banyak yang mengetahui bahwa soda ash merupakan senyawa hasil industri petrokimia yang digunakan baik untuk kebutuhan industri ataupun rumah tangga.
Baca juga: Investasi Rp60 Triliun dan Serap 15.000 Pekerja, Pabrik Petrokimia LCI Ditarget Rampung di 2025
Sebagai contoh, soda ash digunakan untuk bahan baku pembuatan kaca, keramik, tekstil, kertas, hingga aki. Sementara itu, untuk kegunaan rumah tangga, soda ash sering digunakan untuk pembuatan sabun dan detergen.
Di tahun 2022, data mencatatkan bahwa impor soda ash untuk kebutuhan domestik mencapai 916.828 metrik ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 1,2 juta metrik ton per tahun di 2030. Sayangnya, hingga kini, untuk dapat memenuhi kebutuhan soda ash domestik, Indonesia masih bergantung pada impor.
Baca juga: Investasi Rp60 Triliun dan Serap 15.000 Pekerja, Pabrik Petrokimia LCI Ditarget Rampung di 2025
Sebagai contoh, soda ash digunakan untuk bahan baku pembuatan kaca, keramik, tekstil, kertas, hingga aki. Sementara itu, untuk kegunaan rumah tangga, soda ash sering digunakan untuk pembuatan sabun dan detergen.
Di tahun 2022, data mencatatkan bahwa impor soda ash untuk kebutuhan domestik mencapai 916.828 metrik ton per tahun dan diperkirakan akan terus meningkat hingga 1,2 juta metrik ton per tahun di 2030. Sayangnya, hingga kini, untuk dapat memenuhi kebutuhan soda ash domestik, Indonesia masih bergantung pada impor.
Lihat Juga :