Kurangi Ketergantungan Impor LPG dengan Sulap Batu Bara Jadi DME
Rabu, 22 Juli 2020 - 13:59 WIB
Guna menekan impor dan mengurangi ketergantungan LPG, pemerintah bermaksud mendorong gasifikasi batubara guna mensubstitusi bahan bakar gas cair atau Dimethyl Ether (DME). Foto/Dok
JAKARTA - Kementerian ESDM melalui Badan Penelitian dan Pengembangan Energi dan Sumber Daya Mineral (Badan Litbang ESDM) mencatat impor liquified Petroleum gas (LPG) ke dalam negeri mengalami peningkatan setiap tahun. Data Badan Litbang memperlihatkan pada tahun 2019, Indonesia telah mengimpor hampir 6 juta ton LPG atau 75% dari total penggunaan bahan bakar itu di dalam negeri.
Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, untuk menekan impor dan mengurangi ketergantungan LPG, pemerintah bermaksud mendorong gasifikasi batubara guna mensubstitusi bahan bakar gas cair atau Dimethyl Ether (DME). "Ini menjadi tekanan bagi pemerintah dan keekonomian, salah satu penyebab di situ," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/7/2020).
(Baca Juga: Bikin Batu Bara Lebih Bernilai, ESDM Gaet Dua BUMN Bangun Pabrik DME Skala Besar )
Melalui teknologi gasifikasi, batubara akan diubah menjadi syngas yang kemudian akan diproses kembali menjadi produk yang bernama dimethyl ether (DME). Selain batu bara, bahan baku DME bisa berasal dari CBM, biomassa, gas bumi hingga limbah.
Kepala Badan Litbang ESDM Dadan Kusdiana mengatakan, untuk menekan impor dan mengurangi ketergantungan LPG, pemerintah bermaksud mendorong gasifikasi batubara guna mensubstitusi bahan bakar gas cair atau Dimethyl Ether (DME). "Ini menjadi tekanan bagi pemerintah dan keekonomian, salah satu penyebab di situ," ujarnya dalam konferensi pers secara virtual, Rabu (22/7/2020).
(Baca Juga: Bikin Batu Bara Lebih Bernilai, ESDM Gaet Dua BUMN Bangun Pabrik DME Skala Besar )
Melalui teknologi gasifikasi, batubara akan diubah menjadi syngas yang kemudian akan diproses kembali menjadi produk yang bernama dimethyl ether (DME). Selain batu bara, bahan baku DME bisa berasal dari CBM, biomassa, gas bumi hingga limbah.
Lihat Juga :