Naik 93%, Nusatama Berkah Bukukan Pendapatan Rp101,8 Miliar
Senin, 15 Mei 2023 - 23:43 WIB
Nusatama Berkah Bukukan Pendapatan Rp101,8 Miliar. FOTO/dok.SINDOnews
JAKARTA - PT Nusatama Berkah Tbk perusahaan manufaktur di Indonesia yang bergerak dalam bidang pembuatan dan fabrikasi kendaraan khas, gelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST).
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp101,880 miliar pada 2022 naik 93% dibandingkan tahun sebelumnya Rp52.798 miliar dengan laba bersih sebesar Rp1.700 miliar atau naik 574% dari tahun sebelumnya Rp252 miliar.
"Dari laba bersih tersebut, Rp340 miliar telah ditetapkan untuk dibagikan sebagai dividen yang besarnya Rp0,126 per lembar saham," ujar Presiden Direktur Nusatama Berkah, Bambang Susilo, dalam pemaparan publik, baru-baru ini.
Baca Juga: Bisnis Mal dan Hotel Pulih, Pendapatan Segmen Gaya Hidup LPKR Meningkat
Bambang mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai analisa bisnis dan manajemen, dan telah menetapkan target tahun 2023 dengan pendapatan sebesar Rp137,5 miliar atau naik 35% dan laba bersih sebesar Rp4,1 miliar atau naik 141%.
Bambang juga menjelaskan pada Februari 2022 perseroan menggunakan sebagian dana Initial Public Offering (IPO) untuk investasi. Sampai Desember 2022, progres investasi yang dilakukan, sudah mencapai 80%, dan sisanya 20% akan diselesaikan pada semester pertama 2023.
Perusahaan membukukan pendapatan sebesar Rp101,880 miliar pada 2022 naik 93% dibandingkan tahun sebelumnya Rp52.798 miliar dengan laba bersih sebesar Rp1.700 miliar atau naik 574% dari tahun sebelumnya Rp252 miliar.
"Dari laba bersih tersebut, Rp340 miliar telah ditetapkan untuk dibagikan sebagai dividen yang besarnya Rp0,126 per lembar saham," ujar Presiden Direktur Nusatama Berkah, Bambang Susilo, dalam pemaparan publik, baru-baru ini.
Baca Juga: Bisnis Mal dan Hotel Pulih, Pendapatan Segmen Gaya Hidup LPKR Meningkat
Bambang mengatakan perusahaan telah melakukan berbagai analisa bisnis dan manajemen, dan telah menetapkan target tahun 2023 dengan pendapatan sebesar Rp137,5 miliar atau naik 35% dan laba bersih sebesar Rp4,1 miliar atau naik 141%.
Bambang juga menjelaskan pada Februari 2022 perseroan menggunakan sebagian dana Initial Public Offering (IPO) untuk investasi. Sampai Desember 2022, progres investasi yang dilakukan, sudah mencapai 80%, dan sisanya 20% akan diselesaikan pada semester pertama 2023.
Lihat Juga :