Bos Bandara Asia, Eropa dan Timteng Rumuskan 3 Jurus Ampuh Hadapi Corona
Kamis, 23 Juli 2020 - 15:38 WIB
Setiap stakeholder harus bekerja sama dengan erat seperti operator bandara, maskapai dan regulator, serta di antara sejumlah organisasi global yaitu International Civil Aviation Organization (ICAO), International Air Transport Association (IATA), dan Airport Council International (ACI).
Senada, Jost Lammers mengamini bahwa setiap pihak harus mempertahankan kerja sama yang erat. “Ada banyak kesamaan yang kita miliki. Jika kita bisa mempertahankan kerja sama yang baik antara maskapai dan operator bandara maka itu adalah kesempatan yang sangat besar (dalam menghadapi Covid-19),” tuturnya.
Kedua, digitalisasi. Menurut Awaluddin, PT AP II terus melakukan layanan digital untuk mempermudah perjalanan penumpang pesawat. “Salah satu contohnya adalah aplikasi Travelation yang mendukung aplikasi Indonesia Airports. Travelation digunakan untuk melakukan pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang harus dipenuhi setiap orang yang ingin melakukan perjalanan dengan pesawat di tengah pandemi,” paparnya.
Satyaki Raghunath menilai perlu adanya acara-cara penggunaan teknologi. Selain untuk meningkatkan customer experience. “Kita harus bisa mengeksplor apakah dapat menghasilkan pendapatan tambahan menggunakan teknologi,” jelas Satyaki.
Ketiga, pengembangan bisnis non-aeronatika. Para pelaku industri penerbangan diminta mengeksploitasi bisnis non-aeronatika yang selama ini belum tersentuh optimal. Meningkatnya bisnis non-aeronautika dapat mengkompensasi penurunan bisnis aeronautika yang tertekan pandemi.
Senada, Jost Lammers mengamini bahwa setiap pihak harus mempertahankan kerja sama yang erat. “Ada banyak kesamaan yang kita miliki. Jika kita bisa mempertahankan kerja sama yang baik antara maskapai dan operator bandara maka itu adalah kesempatan yang sangat besar (dalam menghadapi Covid-19),” tuturnya.
Kedua, digitalisasi. Menurut Awaluddin, PT AP II terus melakukan layanan digital untuk mempermudah perjalanan penumpang pesawat. “Salah satu contohnya adalah aplikasi Travelation yang mendukung aplikasi Indonesia Airports. Travelation digunakan untuk melakukan pengecekan secara digital terhadap dokumen-dokumen yang harus dipenuhi setiap orang yang ingin melakukan perjalanan dengan pesawat di tengah pandemi,” paparnya.
Satyaki Raghunath menilai perlu adanya acara-cara penggunaan teknologi. Selain untuk meningkatkan customer experience. “Kita harus bisa mengeksplor apakah dapat menghasilkan pendapatan tambahan menggunakan teknologi,” jelas Satyaki.
Ketiga, pengembangan bisnis non-aeronatika. Para pelaku industri penerbangan diminta mengeksploitasi bisnis non-aeronatika yang selama ini belum tersentuh optimal. Meningkatnya bisnis non-aeronautika dapat mengkompensasi penurunan bisnis aeronautika yang tertekan pandemi.
Lihat Juga :