Harga Minyak Turun, Saudi Pangkas Produksi 1 Juta Barel per Hari
Senin, 05 Juni 2023 - 10:39 WIB
Baca juga: Populasi Arab Saudi Capai 32,2 Juta Jiwa, 42% Warga Negara Asing
Itu adalah pernyataan penting dari pihak yang sempat mengancam akan keluar dari grup jika tidak mendapatkan kuota yang lebih tinggi.
Sementara, Rusia sebagai produsen OPEC+ terbesar kedua tidak diharuskan untuk melakukan pemangkasan tambahan tahun ini. Namun, seperti anggota lainnya, Rusia memperpanjang pembatasan yang ada selama 12 bulan hingga akhir 2024.
Baca juga: Terungkap Negara-negara Barat Masih Membeli Minyak dan Gas Rusia
Pengumuman kesepakatan OPEC+ ditunda beberapa jam lantaran para menteri butuh lebih banyak waktu untuk bernegosiasi, khususnya negara-negara Afrika yang enggan menurunkan batas produksi mereka.
Pada akhirnya, kebuntuan diselesaikan setelah negara-negara Afrika setuju untuk menurunkan batas produksi dan tunduk pada tinjauan independen atas kapasitas produksi mereka.
Itu adalah pernyataan penting dari pihak yang sempat mengancam akan keluar dari grup jika tidak mendapatkan kuota yang lebih tinggi.
Sementara, Rusia sebagai produsen OPEC+ terbesar kedua tidak diharuskan untuk melakukan pemangkasan tambahan tahun ini. Namun, seperti anggota lainnya, Rusia memperpanjang pembatasan yang ada selama 12 bulan hingga akhir 2024.
Baca juga: Terungkap Negara-negara Barat Masih Membeli Minyak dan Gas Rusia
Pengumuman kesepakatan OPEC+ ditunda beberapa jam lantaran para menteri butuh lebih banyak waktu untuk bernegosiasi, khususnya negara-negara Afrika yang enggan menurunkan batas produksi mereka.
Pada akhirnya, kebuntuan diselesaikan setelah negara-negara Afrika setuju untuk menurunkan batas produksi dan tunduk pada tinjauan independen atas kapasitas produksi mereka.
(ind)
Lihat Juga :