Mentan SYL: Kita Harus Siap Hadapi Ancaman Krisis Pangan Global
Senin, 12 Juni 2023 - 17:36 WIB
Perubahan iklim dan konflik geopoltik bisa menimbulkan ancaman krisis pangan. Foto/Dok
JAKARTA - Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo ( Mentan SYL ) mengatakan adanya ancaman krisis iklim akan menyeret dampak pada krisis pangan . Peralihan musim ekstrem dan tidak menentu akan mengancam produktivitas pertanian yang berdampak pada ancaman krisis pangan.
Baca juga: Mentan SYL Sebut Pramuka Bagian dari Bela Negara
Mentan mengungkapan dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, karena 30% produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun. Indonesia sebagai negara agraris menurutnya harus siap menghadapi ancaman tersebut.
“Kita harus siap mengantisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global,” ujar Syahrul dalam pernyataan tertulisnya, Senin (12/6/2023).
Di samping itu, Mentan juga menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan bantalan ekonomi di masa pandemi. Sektor pertanian memiliki kontribusi positif terhadap struktur pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga perlu diperkuat untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.
"Kita harus berterima kasih kepada petani, karena pertanian menjadi bantalan ekonomi dalam menghadapi pandemi," ujar Syahrul.
Baca juga: Mentan SYL Sebut Pramuka Bagian dari Bela Negara
Mentan mengungkapan dunia akan dihadapkan pada ancaman krisis pangan global, karena 30% produktivitas pertanian diprediksi akan terus menurun. Indonesia sebagai negara agraris menurutnya harus siap menghadapi ancaman tersebut.
“Kita harus siap mengantisipasi perubahan iklim dan ancaman krisis pangan global,” ujar Syahrul dalam pernyataan tertulisnya, Senin (12/6/2023).
Di samping itu, Mentan juga menjelaskan bahwa sektor pertanian merupakan bantalan ekonomi di masa pandemi. Sektor pertanian memiliki kontribusi positif terhadap struktur pertumbuhan ekonomi di Indonesia sehingga perlu diperkuat untuk menghadapi ancaman krisis pangan global.
"Kita harus berterima kasih kepada petani, karena pertanian menjadi bantalan ekonomi dalam menghadapi pandemi," ujar Syahrul.
Lihat Juga :