Ketika Manisnya Gula Terasa Pahit Bagi Petani Tebu
Selasa, 13 Juni 2023 - 13:29 WIB
Adapun harga pupuk merupakan faktor yang paling menjadi perhatian petani tebu. Pasalnya, petani harus merasakan kenaikan harga pupuk lantaran alokasi subsidi pupuk untuk petani tebu mengalami penurunan sejak tahun 2019 dan 2020.
Bahkan, 95% petani sudah beralih menggunakan pupuk non subsidi pada 2020. Ini dilakukan karena berbagai pertimbangan, salah satunya adalah kemudahan untuk menjangkau pupuk non subsidi.
Baca juga: Awas! Pupuk Tiruan Berharga Murah Marak, Kenali Ciri-ciri Produk Asli
Adapun harga pupuk non subsidi ketika belum memasuki musim panen adalah Rp4.000 atau 2 kali lipat harga pupuk subsidi.
“Namun, ketika masuk ke musim panen, harga pupuk bisa mencapai empat kali lipat harga pupuk subsidi. Biasanya dibutuhkan Rp2,5 juta untuk 1 hektar tanah, ini bisa meningkat hingga minimal Rp8 juta hingga Rp10 juta. Kalau harga gula tidak ikut naik, tentu petani akan semakin meninggalkan tebu,” tukasnya.
Bahkan, 95% petani sudah beralih menggunakan pupuk non subsidi pada 2020. Ini dilakukan karena berbagai pertimbangan, salah satunya adalah kemudahan untuk menjangkau pupuk non subsidi.
Baca juga: Awas! Pupuk Tiruan Berharga Murah Marak, Kenali Ciri-ciri Produk Asli
Adapun harga pupuk non subsidi ketika belum memasuki musim panen adalah Rp4.000 atau 2 kali lipat harga pupuk subsidi.
“Namun, ketika masuk ke musim panen, harga pupuk bisa mencapai empat kali lipat harga pupuk subsidi. Biasanya dibutuhkan Rp2,5 juta untuk 1 hektar tanah, ini bisa meningkat hingga minimal Rp8 juta hingga Rp10 juta. Kalau harga gula tidak ikut naik, tentu petani akan semakin meninggalkan tebu,” tukasnya.
Lihat Juga :