Sistem Berjenjang Jadi Jawaban Krisis Bibit Tebu

Rabu, 20 Mei 2026 - 21:21 WIB
loading...
Sistem Berjenjang Jadi...
Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti. FOTO/dok.SindoNews
A A A
JAKARTA - Pemerintah menegaskan peredaran bibit tebu berjenjang merupakan fondasi utama dalam mewujudkan swasembada gula nasional. Sistem tersebut tidak hanya menjadi standar teknis budidaya, tetapi juga telah diatur secara ketat dalam regulasi perbenihan perkebunan guna memastikan produktivitas dan kualitas tebu nasional meningkat secara berkelanjutan.

Direktur Perbenihan Perkebunan Kementerian Pertanian, Ebi Rulianti, mengatakan pembangunan Kebun Benih Datar (KBD) tebu di Kabupaten Majalengka menjadi bagian penting dari strategi nasional memperkuat sistem perbenihan tebu dari hulu.

“Memang pembangunan KBD ini sangat ideal kita lakukan. Kejadiannya itu kita menyiapkan benihnya dulu baru kita melakukan kegiatan bongkar ratoon ataupun kegiatan perluasan area tanam,” ujar Ebi dalam keterangan tertulis, Rabu (20/5/2026).

Baca Juga: Regenerasi Petani, Kementan Ajak Anak Muda Masuk Pendidikan Vokasi Pertanian

Menurut dia, selama ini pengembangan tebu nasional kerap menghadapi persoalan mendasar karena perluasan areal dan bongkar ratoon tidak dibarengi kesiapan benih unggul yang memadai. Akibatnya, produktivitas tanaman dan rendemen gula sulit mengalami peningkatan signifikan.

Pemerintah saat ini mendorong penggunaan bibit berjenjang yang berasal dari sistem pembibitan resmi, mulai dari kebun benih nenek, kebun benih induk, hingga kebun benih datar. Penggunaan benih tersebut diwajibkan dalam program bongkar ratoon maupun perluasan area tebu karena telah diatur dalam peraturan perundang-undangan dan regulasi teknis Kementerian Pertanian.

“Ada regulasinya. Untuk kegiatan bongkar ratoon atau perluasan area kita menggunakan benih berjenjang. Entah dia dari kebun benih induk, kebun benih nenek, atau kebun benih datar,” kata Ebi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Petani Mulai Tanam Tebu,...
Petani Mulai Tanam Tebu, DPR Dorong Ada Perbaikan Ekosistem Gula
Wujudkan Ketahanan Pangan,...
Wujudkan Ketahanan Pangan, KB Bank Salurkan Kredit ke Petani Tebu
Gandeng Petani Tebu,...
Gandeng Petani Tebu, PTPN III Dorong Pertanian Berkelanjutan
Soal Impor Gula, Ganjar...
Soal Impor Gula, Ganjar Tegaskan Serap Dulu Hasil Tebu Petani
Petebu Ganjar Dorong...
Petebu Ganjar Dorong Peningkatan Produktivitas Gula Merah
Program Makmur Petrokimia...
Program Makmur Petrokimia Gresik Tingkatkan Produktivitas Tebu 9,4% di Malang
Wujudkan Kemandirian...
Wujudkan Kemandirian Pangan, Ibas Serahkan Bantuan Alsintan ke Petani Madiun
Petani Tebu di Budugsidorejo...
Petani Tebu di Budugsidorejo Jombang Panen Perdana Musim Giling 2025
Tom Lembong Klaim Kebijakannya...
Tom Lembong Klaim Kebijakannya Bikin Petani Senang, Harga Tebu di Atas HPP
Rekomendasi
Senapan Pasukan Khusus...
Senapan Pasukan Khusus AS Bukan Hanya Sekadar Senjata, Ini 3 Keunggulannya
SDN di NTT Dibongkar...
SDN di NTT Dibongkar untuk KDMP, Andreas PDIP: Jangan Korbankan Program Lainnya
Luhut: Bansos ke Depan...
Luhut: Bansos ke Depan Tak Lagi Barang, Diberi Cash Transfer Rp5,4 Juta per Orang
Berita Terkini
BI Rate Naik Demi Menahan...
BI Rate Naik Demi Menahan Tekanan Rupiah dan Capital Outflow
Dirut Perkebunan Nusantara...
Dirut Perkebunan Nusantara III Dorong Pemuda Jadi Motor Transformasi Perkebunan
Ekonom: Kebijakan BI...
Ekonom: Kebijakan BI dan Pemerintah Memperkuat Rupiah Sudah Tepat
10 Presiden Terkaya...
10 Presiden Terkaya Sepanjang Sejarah AS, Trump Jauh Lebih Unggul dari Pendahulunya
Chatib Basri Sangkal...
Chatib Basri Sangkal Ditawari Prabowo Posisi Menkeu Gantikan Purbaya
Akulaku Finance Kantongi...
Akulaku Finance Kantongi Fasilitas Pendanaan Rp500 Miliar dari Danamon
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved