Terjepit, Sektor Pelayaran Butuh Stimulus Cepat dan Tepat
Rabu, 29 April 2020 - 13:55 WIB
Sementara itu, sambung Carmelita, beban biaya naik signifikan akibat jatuhnya nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika. Pembiayaan leasing, asuransi dan suku cadang (spare part) kapal adalah dalam dolar. Akan tetapi pendapatan perusahaan dalam rupiah sehingga industri pelayaran mengalami kerugian valas.
"Pelayaran berada di situasi yang sangat terjepit, dan karenanya sangat membutuhkan stimulus yang tepat dan cepat dari pemerintah dan seluruh stakeholder," ucapnya.
Di sisi lain, INSA mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan sejumlah stimulus atas pandemi Covid-19, meski, tambahnya, stimulus lainnya masih sangat ditunggu realisasinya.
Sejumlah stimulus yang telah direalisasikan pemerintah adalah dispensasi perpanjangan sertifikat kapal dan sertifikat crewing yang tidak membahayakan aspek keselamatan, serta dispensasi pemberlakuan penundaan docking untuk kapal yang sedang dalam masa operasional.
"INSA sangat mengapresiasi stimulus yang telah diberikan pemerintah ini, meski begitu kami masih sangat menanti realisasi stimulus lainnya untuk industri pelayaran," pungkasnya.
"Pelayaran berada di situasi yang sangat terjepit, dan karenanya sangat membutuhkan stimulus yang tepat dan cepat dari pemerintah dan seluruh stakeholder," ucapnya.
Di sisi lain, INSA mengapresiasi pemerintah yang telah memberikan sejumlah stimulus atas pandemi Covid-19, meski, tambahnya, stimulus lainnya masih sangat ditunggu realisasinya.
Sejumlah stimulus yang telah direalisasikan pemerintah adalah dispensasi perpanjangan sertifikat kapal dan sertifikat crewing yang tidak membahayakan aspek keselamatan, serta dispensasi pemberlakuan penundaan docking untuk kapal yang sedang dalam masa operasional.
"INSA sangat mengapresiasi stimulus yang telah diberikan pemerintah ini, meski begitu kami masih sangat menanti realisasi stimulus lainnya untuk industri pelayaran," pungkasnya.
(fai)
Lihat Juga :