Luhut Bilang, Indonesia Bisa Jadi Numero Uno dalam Pembuatan Baterai Mobil Listrik

Sabtu, 25 Juli 2020 - 20:35 WIB
"Jadi, selama ini kita ekspor bauksit aja. Nah sekarang kita masuk ke smelter grade alumina. Ini harus ada. Ini nanti bagian dari lithium battery, sehingga dengan semua itu kita punya lebih dari 80% bahan materialnya," kata dia.

Luhut mengatakan, pengolahan bauksit menjadi alumina juga bisa membawa nilai tambah yang besar. Jika bauksit diekspor nilainya hanya 30 dolar AS per ton.

"Setelah diproses dua jadi alumina dan alumina ingot dari 30 dolar per ton sampai 1.700 dolar per ton," ucapnya.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!