Top! Ahli AI Indonesia Dapat Penghargaan Bergengsi di CVPR 2023
Jum'at, 23 Juni 2023 - 14:15 WIB
Tentu bukan perjalanan yang mudah bagi Williem untuk karya ilmiahnya bisa lolos. Meski berulangkali mendapat penolakan, ia pantang menyerah.
“Mungkin ada sekitar 10 sampai 12 paper yang ditolak tapi ya harus dicoba terus, sampai akhirnya di tahun 2015 diterima di ICCV yang ada di Santiago, Chile dan paper tersebut juga yang menjadikan saya sebagai mahasiswa satu-satunya yang berhasil diterima ICCV di antara perusahaan-perusahaan besar lainnya, pada saat itu," ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (23/6/2023).
Baca juga: Daftar Orang Terkaya Dunia 2023 yang Makin Tajir Gegara Robot AI
Pada tahun 2016, nama Williem terus melambung dengan diterimanya karya ilmiah di CVPR 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Tahun 2017, Williem telah berhasil menempuh pendidikan S3 di Korea dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk membangun teknologi di Indonesia terutama AI menjadi semakin baik.
“Di tahun 2023 ini diberikan kepercayaan dari CVPR sebagai outstanding reviewer bersama dengan rekan lainnya dari Google, Meta, Facebook, Amazon dan sebagainya," tuturnya.
Dia menjelaskan, dalam proses review suatu karya ilmiah, biasanya seorang reviewer dalam satu konferensi diberikan 4-8 karya ilmiah yang harus di-review.
"Selanjutnya kita diskusi dengan reviewer yang lain untuk menentukan bahwa karya ilmiah tersebut diterima atau tidak dan seperti tujuan dari konferensi karya ilmiah adalah sebagai bantuan untuk penelitian lainnya atau untuk pengembangan teknologi seperti Open AI," bebernya.
“Mungkin ada sekitar 10 sampai 12 paper yang ditolak tapi ya harus dicoba terus, sampai akhirnya di tahun 2015 diterima di ICCV yang ada di Santiago, Chile dan paper tersebut juga yang menjadikan saya sebagai mahasiswa satu-satunya yang berhasil diterima ICCV di antara perusahaan-perusahaan besar lainnya, pada saat itu," ujarnya melalui keterangan tertulis, dikutip Jumat (23/6/2023).
Baca juga: Daftar Orang Terkaya Dunia 2023 yang Makin Tajir Gegara Robot AI
Pada tahun 2016, nama Williem terus melambung dengan diterimanya karya ilmiah di CVPR 2016 di Las Vegas, Amerika Serikat.
Tahun 2017, Williem telah berhasil menempuh pendidikan S3 di Korea dan memutuskan untuk kembali ke Indonesia dengan tujuan untuk membangun teknologi di Indonesia terutama AI menjadi semakin baik.
“Di tahun 2023 ini diberikan kepercayaan dari CVPR sebagai outstanding reviewer bersama dengan rekan lainnya dari Google, Meta, Facebook, Amazon dan sebagainya," tuturnya.
Dia menjelaskan, dalam proses review suatu karya ilmiah, biasanya seorang reviewer dalam satu konferensi diberikan 4-8 karya ilmiah yang harus di-review.
"Selanjutnya kita diskusi dengan reviewer yang lain untuk menentukan bahwa karya ilmiah tersebut diterima atau tidak dan seperti tujuan dari konferensi karya ilmiah adalah sebagai bantuan untuk penelitian lainnya atau untuk pengembangan teknologi seperti Open AI," bebernya.
Lihat Juga :