Jual Saham Anak Usaha, Bos Pertamina: Lebih Untung Daripada Utang

Minggu, 26 Juli 2020 - 16:49 WIB
Diantara tiga opsi tadi, imbuhnya, IPO menjadi pilihan paling menguntungkan karena memiliki akses jumlah pendanaan yang luas, tidak dibatasi tenor dan pengembaliannya (dividen) lebih fleksibel. Berbeda dengan surat utang dan pinjaman ke perbankan. Selain dibatasi tenor, pendanaan dari surat utang dan perbankan juga dibatasi oleh debt to equity ratioatau perbandingan jumlah utang dengan ekuitas perusahaan. Semakin besar utang perusahaan, semakin besar pula debt to equity ratio nya, dan tentu akan berpengaruh ke kondisi keuangan perusahaan.

"Kenapa kita nggak bonds saja, ya, tapi nanti debt to equity ratio nya ke-hit (terpukul), dan dana juga harus dikembalikan. Kalau IPO lebih fleksibel karena nggak terdampak debt to equity ratio dan tidak usah mengembalikan pokok-pokok pinjaman. Sebenarnya, ada plus minusnya," ujar Nicke.

Baca Juga: Erick Thohir Dorong Swasta Ikut Kelola Ladang Migas Pertamina

Nicke juga membeberkan, perusahaan minyak dan gas besar di dunia seperti Petronas, BP Energy, PTT hingga ExxonMobil melakukan IPO anak usaha untuk mengembangkan bisnis mereka. "Kita lihat seperti Petronas, dari lima sub holdingnya empatnya di IPO. Sama saja dengan BP, PTT, Exxon ini jadi salah satu opsi perusahaan-perusahaan untuk tumbuh dan mengembangkan usahanya," kata Nicke.
(nng)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!