Terbang di Bandara Soetta Engga Ribet, Penumpang Hanya Perlu Rapid Test
Senin, 27 Juli 2020 - 13:11 WIB
“Juga kemudian, dulu orang bingung mencari untuk melakukan rapid test dimana, sekarang di bandara Soekarno Hatta disediakan. Di dalam bandara ada, baik di terminal 2 maupun di terminal 3 ditambah juga ada terminal 1,” ujarnya.
“Jadi, sudah semakin mudahlah. Kita berpikir bahwa para pengguna jasa bandara calon penumpang kan one stop service, satu kali datang kalau bisa bisa sudah bisa langsung tembang. Nah ini yang kami tangkap bahwa fasilitas itu memang diperlukan di dalam bandara,” tegas Agus.
(Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Inovasi Layanan Kesehatan Ritel )
Pelonggaran syarat bagi penumpang pesawat ini, kata Agus adalah upaya mencari keseimbangan antara ekonomi masyarakat yang harus tetap berjalan namun tetap aman dari Covid-19. “Nah sekarang, jadi begini kita memang harus sampai pada pemikiran bahwa ternyata sekarang ini nature-nya memang harus bergerak, ekonomi harus jalan. Tetapi kita juga sadar bahwa Covid-19 ini bukan main-main," paparnya.
“Sehingga kemudian bagaimana mencari titik keseimbangan equilibrium ekonomi harus jalan, tetapi Covid ini juga bisa di cegah tangkal atau dikendalikan. Nah ini formulasi yang harus diterapkan. Dan tentu ini sangat dinamis,” jelas Agus.
“Jadi, sudah semakin mudahlah. Kita berpikir bahwa para pengguna jasa bandara calon penumpang kan one stop service, satu kali datang kalau bisa bisa sudah bisa langsung tembang. Nah ini yang kami tangkap bahwa fasilitas itu memang diperlukan di dalam bandara,” tegas Agus.
(Baca Juga: Bandara Soekarno-Hatta Siapkan Inovasi Layanan Kesehatan Ritel )
Pelonggaran syarat bagi penumpang pesawat ini, kata Agus adalah upaya mencari keseimbangan antara ekonomi masyarakat yang harus tetap berjalan namun tetap aman dari Covid-19. “Nah sekarang, jadi begini kita memang harus sampai pada pemikiran bahwa ternyata sekarang ini nature-nya memang harus bergerak, ekonomi harus jalan. Tetapi kita juga sadar bahwa Covid-19 ini bukan main-main," paparnya.
“Sehingga kemudian bagaimana mencari titik keseimbangan equilibrium ekonomi harus jalan, tetapi Covid ini juga bisa di cegah tangkal atau dikendalikan. Nah ini formulasi yang harus diterapkan. Dan tentu ini sangat dinamis,” jelas Agus.
(akr)
Lihat Juga :