Profil Rosan Roeslani, Wakil Menteri BUMN II Terbaru yang Gantikan Pahala

Senin, 17 Juli 2023 - 10:50 WIB
Rosan Perkasa Roeslani baru saja dilantik sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) II yang bakal menggantikan posisi Pahala Nugraha Mansury. Berikut profilnya. Foto/Dok
JAKARTA - Rosan Perkasa Roeslani baru saja dilantik Presiden Republik Indonesia (RI) Joko Widodo (Jokowi) sebagai Wakil Menteri Badan Usaha Milik Negara ( BUMN ) II di Istana Negara, Senin (17/7/2023) pagi ini. Lantas siapa sosok Rosan Perkasa Roeslani?

Rosan bakal menggantikan posisi Pahala Nugraha Mansury sebagai Wamen BUMN yang sebelumnya menempatkan posisi tersebut.Dari data yang dihimpun MNC Portal Indonesia, Rosan merupakan Duta Besar ke-21 RI untuk Amerika Serikat (AS) yang memulai jabatannya di Washington DC pada Desember 2021.



Baca Juga: Resmi! Rosan Roeslani Dilantik Jokowi Jadi Wamen BUMN

Sebelumnya, Rosan Roeslani sempat juga memegang berbagai jabatan penting di Indonesia, antara lain sebagai Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2015-2021 dan juga Ketua Satuan Tugas Omnibus Law.

Baca Juga: Dorong UMKM Tembus Pasar Amerika, Dubes Rosan: Manfaatkan INA Access

Rosan pernah menerima bintang jasa Belgia (Commander in the order of Leopold II) pada 2017 atas perannya dalam memajukan hubungan bilateral Indonesia-Belgia khususnya di bidang kerja sama ekonomi.

Dia dikenal sebagai salah satu pengusaha Indonesia. Diketahui, Rosan Perkasa Roeslani terjun di dunia bisnis setelah lulus SMA. Ia juga pernah masuk daftar orang terkaya Indonesia versi Forbes pada 2009 dengan harta yang ditaksir mencapai Rp6,7 triliun.

Pria kelahiran Jakarta, 31 Desember 1968 ini dikenal sebagai pendiri PT Recapital Advisors yakni sebuah perusahaan penasihat keuangan. Ia mendapat gelar BA di bidang Administrasi Bisnis dari Oklahoma State University, Amerika Serikat, pada tahun 1993, untuk kemudian kembali ke Jakarta.

Selanjutnya Roslan meneruskan ke Antwerpen European University Belgia dan mencapai gelar Master di bidang Administrasi Bisnis (MBA). Kemudian pada 1996 setelah meraih gelar master, Ia kembali ke Indonesia

Bersama dua sahabatnya Sandiaga Uno, Ia mulai membangun usaha sendiri dengan merintis usaha sebagai finansial avisor. Perusahaan yang dirintis sejak 1996 itu akhirnya resmi berdiri pada 1997 dengan nama PT Republik Indonesia Funding, yang lebih dikenal sebagai Finance Indonesia.

Segmen wirausaha yang sempat dicibir sejumlah orang itu akhirnya membuahkan hasil manis. Krisis ekonomi yang menerpa Indonesia sejak akhir 1997 menuntut perusahaan-perusahaan nasional untuk mencari orang-orang yang mampu menyehatkan kembali perusahaan dan bisnis yang dikelola.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!