Rupiah Awal Pekan Merayap Naik di Akhir Sesi ke Level Rp15.080 per USD

Senin, 31 Juli 2023 - 16:14 WIB
Di sisi lain menurut data JIDOR Bank Indonesia, tekanan masih terlihat pada mata uang Rupiah. Dimana untuk hari ini melemah menjadi Rp15.092 per USD dibandingkan sesi kemarin Rp15.083.

Sementara itu angka ECI kuartal kedua mencapai 1,0% pada hari Jumat – turun dari 1,2% pada kuartal pertama dan puncaknya 1,4% pada kuartal pertama tahun 2022. Hal ini menunjukkan tekanan inflasi dari kenaikan upah berkurang, menambah alasan bagi pembuat kebijakan Fed untuk diam di bulan September.

Data PMI manufaktur China melemah menunjukkan bahwa sektor manufaktur negara itu menyusut selama empat bulan berturut-turut di bulan Juli, menunjukkan bahwa ekonomi terbesar kedua di dunia itu masih berjuang dengan pemulihan pasca-COVID.

Kelemahan ini diperkirakan akan mendorong Beijing untuk mengumumkan langkah-langkah stimulus lebih lanjut untuk meningkatkan ekonomi yang lesu. Dewan Negara China pada hari Senin mengumumkan rencana untuk memulihkan dan memperluas konsumsi di sektor otomotif, real estat, dan jasa, tetapi para pedagang mencari hal yang spesifik.

Dari sentimen internal, pasar merespon positif tentang pernyataan Bank Indonesia (BI) yang akan memberikan jaminan eksportir agar tidak dirugikan dalam Devisa Hasil Ekspor (DHE) Sumber Daya Alam (SDA) di Indonesia.

Hal ini didukung oleh Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 36 tahun 2023 tentang DHE dari kegiatan pengusahaan, pengelolaan dan/atau pengolahan Sumber Daya Alam (SDA).
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!