Gara-gara Kudeta, Proyek China Senilai Rp12 Triliun di Niger Terancam Mangkrak

Jum'at, 11 Agustus 2023 - 13:12 WIB
"Kami mendapati diri kami terpaksa menghentikan semua kegiatan konstruksi kami," kata China Gezhouaba Group dalam sepucuk surat kepada badan inspeksi pekerjaan setempat tertanggal 7 Agustus, dikutip dari Reuters, Jumat (11/8/2023).

Surat itu mengatakan pengambilalihan militer pada 26 Juli dan sanksi ekonomi berikutnya menyebabkan perusahaan menyatakan kondisi force majeure pada proyek tersebut.

Baca juga: Miris! Dinding SD dari Bilik Bambu di Lampung Utara, Guru Keluhkan saat Hujan dan Ular Sering Masuk

China Gezhouaba, menambahkan kontrak lokal akan dihentikan secara progresif setelah gaji dibayarka. Perusahaan juga berjanji untuk memberikan prioritas kepada karyawan yang untuk dipekerjakan kembali setelah konstruksi dilanjutkan.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!