Bukan hanya Produk, Investasi di Asuransi juga Sedap-Sedap Ngeri

Kamis, 30 Juli 2020 - 15:51 WIB
Jika investasinya, contoh Ihsanudin, dilakukan di SPM yang memiliki rating tinggi, atau bahkan disebut risk-free, return depositonya kadang tidak terkejar. Menurut dia, ini pilihan-pilihan yang harus ditentukan juga oleh manajemen pengelola industri asuransi, khususnya asuransi jiwa.

"Karena asuransi umum investasinya cenderung sedikit karena hit and run. Satu tahun jatuh tempo selesai, biasanya dipilih premi baru. Beda dengan asuransi jiwa yang hitung-hitungan aktuarianya njlimet karena jangka panjang," cetus Ihsanudin.

Dalam menghadapi kondisi seperti ini, dia menyebutkan bahwa OJK dituntut untuk membuat balancing. Saat ini pihaknya juga menyadari, tentu dari sisi pengawasan OJK perlu perbaikan dan juga tambahan personel.

"Moga-moga ke depan OJK bisa jadi regulator yang baik dan ideal untuk pengembangan industri. Dan juga di sisi lain, konsumen atau pemegang polis juga terlindungi," tutup Ihsanudin.
(uka)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!