Duh, OJK Sebut Tingkat Inklusi Literasi Sektor Asuransi di Indonesia Memprihatinkan
Kamis, 30 Juli 2020 - 16:00 WIB
Dia mencatat, data penduduk Indonesia terakhir angkanya mencapai lebih dari 270 juta. Pengguna handphone aktif dan internet tercatat sebanyak 338 juta. Oleh karena itu, kata Ihsan, tidak mengherankan jika jumlah handphone lebih banyak daripada jumlah penduduknya.
Inklusi literasi sektor asuransi yang rendah ini yang kemudian juga membuat orang-orang susah memahami produk asuransi. Hal ini bisa menyebabkan adanya tuduhan miss-selling.
"Karena product knowledge-nya kurang, pemegang polis tidak terlalu paham dengan isi produk. Sehingga nantinya ketika suatu saat mereka ingin mencairkan seperti saving plan, unit link, atau produk lain, mereka terkaget-kaget," ucap Ihsan.
Hal ini sering terjadi, khususnya untuk produk unit link. Ada beberapa komponen produk yang ternyata tidak dipahami pemegang polis. "Mereka kemudian bertanya-tanya, kok malah berkurang duitnya? Padahal ada komponen-komponen yang kedepannya harus di-disclose ke pemegang polis. Ketika menutup polis, khususnya unit link, kita harus paham biaya akuisisi. Juga tidak lupa ada pembayaran premi yang memotong pokok tersebut," tutur Ihsan.
Inklusi literasi sektor asuransi yang rendah ini yang kemudian juga membuat orang-orang susah memahami produk asuransi. Hal ini bisa menyebabkan adanya tuduhan miss-selling.
"Karena product knowledge-nya kurang, pemegang polis tidak terlalu paham dengan isi produk. Sehingga nantinya ketika suatu saat mereka ingin mencairkan seperti saving plan, unit link, atau produk lain, mereka terkaget-kaget," ucap Ihsan.
Hal ini sering terjadi, khususnya untuk produk unit link. Ada beberapa komponen produk yang ternyata tidak dipahami pemegang polis. "Mereka kemudian bertanya-tanya, kok malah berkurang duitnya? Padahal ada komponen-komponen yang kedepannya harus di-disclose ke pemegang polis. Ketika menutup polis, khususnya unit link, kita harus paham biaya akuisisi. Juga tidak lupa ada pembayaran premi yang memotong pokok tersebut," tutur Ihsan.
(fai)
Lihat Juga :