Atasi Blacklog, Ikaderi Berharap Pemerintah Susun Database Perumahan

Sabtu, 26 Agustus 2023 - 16:50 WIB
”Sayangnya hingga kini belum ada database dari backlog secara detail dan rinci tiap provinsi, kabupaten, kota sampai ke tingkat kecamatan dan desa/kelurahan terkait penyebarannya ada di mana saja kebutuhan rumah,” katanya dalam siaran pers, Sabtu (26/8/2023).

Menurut Yusuf, dengan adanya detail data backlog akan memudahkan pemetaan dan mengatur pemintaan serta penawaran. Jangan sampai data yang tidak valid membuat program rumah subsidi bagi masyarakat berpenghasilan rendah (MBR) tidak tepat sasaran.

Yusuf mengatakan, dari dahulu backlog selalu di sampaikan di angka 12-15 juta. “Kami selaku pengembang berharap dan sangat ingin tahu secara detail dan rinci. Sehingga ketika kita membangun tidak salah langkah karena ternyata kebutuhannya terbatas, bahkan bisa saja tak ada,” jelasnya.

Selain itu, jika kebutuhannya ada maka pasar yang dituju siapa. Apakah untuk rumah subsidi atau untuk rumah komersial dengan harga berapa. ”Misalkan di Cikarang kebutuhan rumah harga Rp200 jutaan sangat besar karena adanya captive market sebagai kawasan industri,” tegasnya.

Sayangnya, database ini tak pernah ada dan diberikan pemerintah kepada pengembang yang membangun perumahan (subsidi dan non subsidi). Pengembang seperti memasuki hutan rimba dalam menjalankan bisnisnya, bahkan saling berkompetisi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!