Siapkan Rp182 Triliun, Adani Bakal Permak Kawasan Kumuh Terbesar di Asia
Senin, 28 Agustus 2023 - 13:03 WIB
Consultancy Liases Foras memperkirakan Adani dapat berinvestasi hingga USD12 miliar atau Rp182,4 triliun untuk membangun kembali Dharavi dan sebagai imbalannya mendapatkan hak pengembangan yang dapat menghasilkan pendapatan hingga USD24 miliar atau Rp364,8 triliun.
"Hanya mereka yang sudah tinggal di Dharavi sebelum tahun 2000, sebagian besar penduduk di lantai dasar, yang akan mendapatkan rumah gratis dalam pembangunan kembali tersebut. Sekitar 700.000 penghuni lantai mezanin dan lantai atas dianggap tidak memenuhi syarat oleh pemerintah dan akan ditawari unit yang berjarak hingga 10 kilometer, yang menurut mereka mengharuskan mereka membayar biaya di muka atau harga sewa yang lebih tinggi," tulis Reuters, dikutip Senin (28/8/2023).
Perombakan diperkirakan akan dimulai sekitar bulan September, terjadi pada saat yang penuh gejolak bagi Adani. Taipan ini adalah orang terkaya ketiga di dunia hingga bulan Januari, ketika--meskipun ada bantahannya--dituduh melakukan pemalusan keuangan oleh Hindenburg USD150 miliar.
Beberapa warga Dharavi menyebutkan masalah keuangan yang dialami miliarder tersebut turut berkontribusi terhadap kekhawatiran mereka.
Ancaman baru terhadap rencana Adani adalah tantangan hukum dari penawar saingannya, SecLink Technologies Corporation. Konsorsium yang berbasis di Dubai, yang menyatakan didukung oleh keluarga kerajaan Bahrain, menuduh Pemerintah Maharashtra secara tidak patut membatalkan tender awal tahun 2018. Saat itu SecLink mengajukan penawaran tertinggi, dan memulai kembali proses dengan persyaratan baru pada tahun 2022 sehingga Adani bisa menang.
Pemerintah negara bagian saat ini, yang diperintah oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi dan sekutunya, menentang kasus ini. Bulan lalu, pengadilan Mumbai mengizinkan SecLink untuk menambahkan Adani ke dalam gugatannya, sehingga memaksa konglomerat tersebut untuk mempertahankan posisinya di hadapan hakim.
Dalam pengajuan setebal 809 halaman bulan lalu yang menantang Adani dan negara bagian, yang dilaporkan oleh Reuters untuk pertama kalinya, konsorsium beranggotakan delapan orang mengatakan proses penawaran Maharashtra yang dimodifikasi “bermotif politik” dan “dibuat khusus untuk memenuhi” Grup Adani.
"Hanya mereka yang sudah tinggal di Dharavi sebelum tahun 2000, sebagian besar penduduk di lantai dasar, yang akan mendapatkan rumah gratis dalam pembangunan kembali tersebut. Sekitar 700.000 penghuni lantai mezanin dan lantai atas dianggap tidak memenuhi syarat oleh pemerintah dan akan ditawari unit yang berjarak hingga 10 kilometer, yang menurut mereka mengharuskan mereka membayar biaya di muka atau harga sewa yang lebih tinggi," tulis Reuters, dikutip Senin (28/8/2023).
Perombakan diperkirakan akan dimulai sekitar bulan September, terjadi pada saat yang penuh gejolak bagi Adani. Taipan ini adalah orang terkaya ketiga di dunia hingga bulan Januari, ketika--meskipun ada bantahannya--dituduh melakukan pemalusan keuangan oleh Hindenburg USD150 miliar.
Beberapa warga Dharavi menyebutkan masalah keuangan yang dialami miliarder tersebut turut berkontribusi terhadap kekhawatiran mereka.
Ancaman baru terhadap rencana Adani adalah tantangan hukum dari penawar saingannya, SecLink Technologies Corporation. Konsorsium yang berbasis di Dubai, yang menyatakan didukung oleh keluarga kerajaan Bahrain, menuduh Pemerintah Maharashtra secara tidak patut membatalkan tender awal tahun 2018. Saat itu SecLink mengajukan penawaran tertinggi, dan memulai kembali proses dengan persyaratan baru pada tahun 2022 sehingga Adani bisa menang.
Pemerintah negara bagian saat ini, yang diperintah oleh Partai Bharatiya Janata (BJP) pimpinan Modi dan sekutunya, menentang kasus ini. Bulan lalu, pengadilan Mumbai mengizinkan SecLink untuk menambahkan Adani ke dalam gugatannya, sehingga memaksa konglomerat tersebut untuk mempertahankan posisinya di hadapan hakim.
Dalam pengajuan setebal 809 halaman bulan lalu yang menantang Adani dan negara bagian, yang dilaporkan oleh Reuters untuk pertama kalinya, konsorsium beranggotakan delapan orang mengatakan proses penawaran Maharashtra yang dimodifikasi “bermotif politik” dan “dibuat khusus untuk memenuhi” Grup Adani.
Lihat Juga :