BI Beberkan Tekanan Global yang Bakal Menerjang Indonesia
Senin, 11 September 2023 - 11:06 WIB
Tak hanya itu, ekonomi Eropa juga melemah dipicu oleh dampak eskalasi ketegangan geopolitik Rusia dan Ukraina. Di sisi lain, pertumbuhan ekonomi Amerika Serikat (AS) lebih baik dari prakiraan semula.
"Ini dipengaruhi oleh konsumsi yang membaik, ditopang kenaikan upah dan pemanfaatan tabungan yang tinggi (excess saving)," tambah Erwindo.
Erwindo juga menggingatkan bahwa tekanan inflasi negara maju masih tinggi, dipengaruhi oleh perekonomian yang kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat, sedangkan inflasi di negara berkembang telah menurun.
"Hal ini diperkirakan mendorong berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR) AS," kata Erwindo.
Masalah lainnya adalah ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat. Aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan tekanan nilai tukar negara berkembang meningkat.
"Ini dipengaruhi oleh konsumsi yang membaik, ditopang kenaikan upah dan pemanfaatan tabungan yang tinggi (excess saving)," tambah Erwindo.
Erwindo juga menggingatkan bahwa tekanan inflasi negara maju masih tinggi, dipengaruhi oleh perekonomian yang kuat dan pasar tenaga kerja yang ketat, sedangkan inflasi di negara berkembang telah menurun.
"Hal ini diperkirakan mendorong berlanjutnya kenaikan suku bunga kebijakan moneter di negara maju, termasuk Fed Funds Rate (FFR) AS," kata Erwindo.
Masalah lainnya adalah ketidakpastian pasar keuangan global juga meningkat. Aliran modal ke negara berkembang lebih selektif dan tekanan nilai tukar negara berkembang meningkat.
Lihat Juga :