Jangkau 500 Kota di Indonesia, Platform Kripto Ini Perkuat Keamanan dan Kolaborasi
Rabu, 20 September 2023 - 12:24 WIB
Robby melanjutkan, literasi investasi dan kripto juga berperan penting dalam menjawab tantangan tersebut. Dengan literasi yang baik, masyarakat bisa mengambil keputusan investasi yang bijak dan memahami risikonya, termasuk dalam memilih platform investasi yang tepat dan terdaftar.
"Oleh karena itu, Reku aktif melakukan edukasi berbasis komunitas yakni ReKru Roadshow, yang telah diadakan di 30 kota dan menjangkau lebih dari 1.500 orang. Termasuk diantaranya kota tier 2 dan 3. Kegiatan ini sifatnya always-on, untuk meningkatkan literasi dan menangkap peluang adopsi kripto termasuk di luar pulau Jawa,” katanya.
Selain itu, Reku juga melakukan kolaborasi bersama Maudy Ayunda sebagai Brand Ambassador Reku untuk memberikan edukasi tentang kesiapan mental dan finansial sebelum berinvestasi. Seperti diantaranya melalui podcast SPOTLIGHT di kanal Youtube Maudy Ayunda, Reku turut menggandeng pegiat finansial lainnya seperti Prita Ghozie, Felicia Putri Tjiasaka, Aliyah Natasya, dan Samuel Ray untuk memberikan literasi investasi.
Robby menambahkan, investor perlu membudayakan “PERMISI” sebelum berinvestasi. “Dalam hal ini, cek PERizinan, pahaMI, dan diversifikaSI. Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam menentukan platform dan instrumen investasi,” imbuhnya.
Adapun saat ini, Reku mencatat porsi pengguna yang cukup bervariasi. “Sebagian besar antara usia 18-30 tahun (48%), 31-44 tahun (38%), dan 45-55 tahun (13%),” ujar Robby.
Fokus Kolaborasi Multi-Stakeholder dan Peran Bursa Kripto
Robby turut menyoroti peran Bursa Kripto terhadap ekosistem kripto. “Kehadiran Bursa Kripto diharapkan dapat memberikan jaminan keterbukaan dan keamanan transaksi aset kripto. Selain itu, Bursa Kripto menyediakan crypto village yang dapat meningkatkan literasi masyarakat. Ini merupakan peluang untuk mendorong adopsi kripto di Indonesia,” ungkap Robby.
Reku juga terus aktif berkolaborasi bersama BAPPEBTI dan ASPAKRINDO untuk mengembangkan industri aset kripto yang sehat. Termasuk dalam mendorong potensi ekosistem kripto dan meninjau dampak penerapan regulasi dan kondisi pasar.
"Oleh karena itu, Reku aktif melakukan edukasi berbasis komunitas yakni ReKru Roadshow, yang telah diadakan di 30 kota dan menjangkau lebih dari 1.500 orang. Termasuk diantaranya kota tier 2 dan 3. Kegiatan ini sifatnya always-on, untuk meningkatkan literasi dan menangkap peluang adopsi kripto termasuk di luar pulau Jawa,” katanya.
Selain itu, Reku juga melakukan kolaborasi bersama Maudy Ayunda sebagai Brand Ambassador Reku untuk memberikan edukasi tentang kesiapan mental dan finansial sebelum berinvestasi. Seperti diantaranya melalui podcast SPOTLIGHT di kanal Youtube Maudy Ayunda, Reku turut menggandeng pegiat finansial lainnya seperti Prita Ghozie, Felicia Putri Tjiasaka, Aliyah Natasya, dan Samuel Ray untuk memberikan literasi investasi.
Robby menambahkan, investor perlu membudayakan “PERMISI” sebelum berinvestasi. “Dalam hal ini, cek PERizinan, pahaMI, dan diversifikaSI. Dengan begitu, kita bisa lebih bijak dalam menentukan platform dan instrumen investasi,” imbuhnya.
Adapun saat ini, Reku mencatat porsi pengguna yang cukup bervariasi. “Sebagian besar antara usia 18-30 tahun (48%), 31-44 tahun (38%), dan 45-55 tahun (13%),” ujar Robby.
Fokus Kolaborasi Multi-Stakeholder dan Peran Bursa Kripto
Robby turut menyoroti peran Bursa Kripto terhadap ekosistem kripto. “Kehadiran Bursa Kripto diharapkan dapat memberikan jaminan keterbukaan dan keamanan transaksi aset kripto. Selain itu, Bursa Kripto menyediakan crypto village yang dapat meningkatkan literasi masyarakat. Ini merupakan peluang untuk mendorong adopsi kripto di Indonesia,” ungkap Robby.
Reku juga terus aktif berkolaborasi bersama BAPPEBTI dan ASPAKRINDO untuk mengembangkan industri aset kripto yang sehat. Termasuk dalam mendorong potensi ekosistem kripto dan meninjau dampak penerapan regulasi dan kondisi pasar.
Lihat Juga :