Wall Street Dibuka Turun, Lonjakan Yield Treasury Bebani Saham Big Caps
Kamis, 21 September 2023 - 22:33 WIB
Kendati bank sentral AS atau Federal Reserve mempertahankan suku bunga aacuan, ketidakpastian kondisi ekonomi AS masih membebani pasar modal.
The Fed dalam konferensi pers menyatakan bahwa perjuangan melawan inflasi masih belum berakhir. Fed menerangkan suku bunga acuan dapat dinaikkan sekali lagi tahun ini ke level 5,50%-5,75%.
"Dengan tingkat suku bunga seperti itu, maka kekhawatiran yang semakin meningkat adalah bahwa kita sedang berpotensi menuju resesi,” kata Sam Stovall, Analis CFRA Research, dilansir Reuters, Kamis (21/9/2023).
Proyeksi triwulanan Fed juga menitikberatkan kebijakan moneter tetap lebih ketat dari yang diperkirakan hingga tahun 2024. Tekanan juga datang angka pengangguran yang melandai, sehingga mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup panas.
"Ekonom kami memperkirakan pemangkasan suku bunga bakal ditahan hingga kuartal II tahun depan," tandas Sam.
The Fed dalam konferensi pers menyatakan bahwa perjuangan melawan inflasi masih belum berakhir. Fed menerangkan suku bunga acuan dapat dinaikkan sekali lagi tahun ini ke level 5,50%-5,75%.
"Dengan tingkat suku bunga seperti itu, maka kekhawatiran yang semakin meningkat adalah bahwa kita sedang berpotensi menuju resesi,” kata Sam Stovall, Analis CFRA Research, dilansir Reuters, Kamis (21/9/2023).
Proyeksi triwulanan Fed juga menitikberatkan kebijakan moneter tetap lebih ketat dari yang diperkirakan hingga tahun 2024. Tekanan juga datang angka pengangguran yang melandai, sehingga mengindikasikan pasar tenaga kerja masih cukup panas.
"Ekonom kami memperkirakan pemangkasan suku bunga bakal ditahan hingga kuartal II tahun depan," tandas Sam.
Lihat Juga :