Gabung ke Gerakan Dedolarisasi BRICS Disebut Langkah Gila

Minggu, 24 September 2023 - 12:13 WIB
Hal itu mengacu pada blok Brasil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan atau BRICS yang belakangan gencar menggaungkan Dedolarisasi. "Langkah ini akan menjadi bencana mutlak & akan merugikan pekerja dan pensiunan," tulisnya.

Dia juga mengatakan, Zimbabwe tidak memiliki kondisi ekonomi yang ideal untuk membuang dolar. Komentar Biti menambah perdebatan sengit yang sedang berlangsung mengenai dedolarisasi, karena Zimbabwe telah mengajukan permohonan untuk bergabung dengan New Development Bank BRICS.

Belakangan wacana dedolarisasi telah dikipasi oleh kekhawatiran bahwa Washington mempersenjatai sistem keuangan global berdenominasi dolar melawan Rusia atas perang Ukraina. Diskusi telah begitu intens, bahkan ada pembicaraan tentang kemungkinan penciptaan mata uang BRICS, meski belum terwujud di akhir pertemuan BRICS pada Agustus lalu

Pertemuan berakhir tanpa pengumuman tentang mata uang bersama, dan selama KTT, para pemimpin dari negara-negara BRICS bahkan memberikan pernyataan yang bertentangan tentang dedolarisasi. Bank BRICS memulai perjalanan menuju dedolarisasi dengan meningkatkan pinjaman dalam mata uang anggota lokal.

Pandangan Biti tentang dedolarisasi juga mencerminkan kekhawatiran lokal Zimbabwe tentang ekonominya. Zimbabwe telah berada dalam krisis ekonomi selama bertahun-tahun, dengan inflasi berjalan pada 101,3% pada Juli dibandingkan dengan bulan yang sama tahun lalu.

Mata uang resmi Zimbabwe adalah dolar Zimbabwe, tetapi John Mangudya, gubernur bank sentral negara itu, mengatakan kepada Bloomberg pada bulan Juli bahwa dolar AS digunakan hampir 75% dari semua transaksi di Zimbabwe.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!