Ganjar Pranowo Sharing Soal Tantangan Pengusaha Lokal se-Tasikmalaya
Rabu, 11 Oktober 2023 - 22:31 WIB
Ella berujar sekarang ini dirinya baru bisa memprodukis 2.000 dimsum perjarinya. Ia pun berharap ada sebuah masukan ataupun bantu dari seorang Ganjar agar usahanya bisa semakin berkembang. "Mungkin karena pemasaran kita agak harus belajar ya," tutunya.
Merespon keluhan yang didapatkan dari Ella, Ganjar menekankan perlu pengemasan produk dalam rangka menarik pembeli. "Produknya dapet, kemasan expired ada dijalankan. Kalo ini mau export siapkan dengan bahasa Inggris, kalo mau lokal gapapa," ungkap dia.
"Maka packaging itu berpengaruh dan desain berpengaruh, maka nantinya akan naik kelas," imbuh Ganjar.
Pertanyaan lainya datang dari seorang asosiasi perjalana wisata di Tasik yaitu Heri. Dia menceritakan mengapa tempat wisata di Tasikmalaya masih sepi peminat, padahal obyeknya berlimpah dan bisa menjadi sebuah ladang usaha.
Selain itu, dia mengeluhkan masih adanya tempat wisata yang menggunakan pungutan liar (Pungli) bagi pengunjungnya. Untuk itulah dia menanyakan saran kepada Ganjar dalam menghadapi situasi tersebut.
Merespon keluhan yang didapatkan dari Ella, Ganjar menekankan perlu pengemasan produk dalam rangka menarik pembeli. "Produknya dapet, kemasan expired ada dijalankan. Kalo ini mau export siapkan dengan bahasa Inggris, kalo mau lokal gapapa," ungkap dia.
"Maka packaging itu berpengaruh dan desain berpengaruh, maka nantinya akan naik kelas," imbuh Ganjar.
Pertanyaan lainya datang dari seorang asosiasi perjalana wisata di Tasik yaitu Heri. Dia menceritakan mengapa tempat wisata di Tasikmalaya masih sepi peminat, padahal obyeknya berlimpah dan bisa menjadi sebuah ladang usaha.
Selain itu, dia mengeluhkan masih adanya tempat wisata yang menggunakan pungutan liar (Pungli) bagi pengunjungnya. Untuk itulah dia menanyakan saran kepada Ganjar dalam menghadapi situasi tersebut.
Lihat Juga :