Dampak Perang Hamas vs Israel, Menteri Iran: Harga Minyak Akan Capai USD100 per Barel
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 17:40 WIB
Arab Saudi dan Rusia telah mengumumkan pengurangan pasokan secara sukarela hingga akhir tahun 2023, sehingga mendorong harga minyak ke level tertinggi dalam 10 bulan pada akhir September.
David Goldwyn, mantan utusan khusus untuk urusan energi internasional di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan faktor fundamental akan tetap menjadi pendorong harga yang lebih besar dibandingkan perang.
Arti Konflik terhadap ekspor Iran?
Meskipun ada sanksi dari AS, ekspor minyak mentah Iran telah tumbuh secara signifikan tahun ini, mengimbangi pemotongan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari (bpd) yang dilakukan oleh Riyadh dan Moskow. Iran telah membantah terlibat dalam serangan Hamas tersebut terhadap Israel.
Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen pada hari Rabu lalu mengatakan dia belum mengumumkan apakah Amerika akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran jika muncul bukti bahwa negara tersebut terlibat dalam serangan itu.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji pada hari Jumat mengatakan harga minyak akan mencapai USD100 per barel. Pernyataan itu didasarkan pada perkembangan terkini di Timur Tengah.
Sanksi AS yang lebih ketat terhadap Teheran akan mengancam pasokan minyak mentah dan menaikkan harga energi baik secara global maupun domestik. Situasi itu sangat ingin dihindari oleh Presiden Joe Biden menjelang pemilu tahun 2024.
Namun analis RBC Capital Markets, Helima Croft, mengatakan “kemungkinan akan sulit” bagi pemerintahan Biden untuk melanjutkan “rezim sanksi permisif” yang memungkinkan produksi minyak Iran mendekati tingkat sebelum tahun 2018. Namun, analis lain memperkirakan AS tidak akan mengambil risiko gangguan pasokan.
David Goldwyn, mantan utusan khusus untuk urusan energi internasional di Departemen Luar Negeri AS, mengatakan faktor fundamental akan tetap menjadi pendorong harga yang lebih besar dibandingkan perang.
Arti Konflik terhadap ekspor Iran?
Meskipun ada sanksi dari AS, ekspor minyak mentah Iran telah tumbuh secara signifikan tahun ini, mengimbangi pemotongan sukarela sebesar 1,3 juta barel per hari (bpd) yang dilakukan oleh Riyadh dan Moskow. Iran telah membantah terlibat dalam serangan Hamas tersebut terhadap Israel.
Menteri Keuangan Amerika Janet Yellen pada hari Rabu lalu mengatakan dia belum mengumumkan apakah Amerika akan menjatuhkan sanksi baru terhadap Iran jika muncul bukti bahwa negara tersebut terlibat dalam serangan itu.
Sementara itu, Menteri Perminyakan Iran Javad Owji pada hari Jumat mengatakan harga minyak akan mencapai USD100 per barel. Pernyataan itu didasarkan pada perkembangan terkini di Timur Tengah.
Sanksi AS yang lebih ketat terhadap Teheran akan mengancam pasokan minyak mentah dan menaikkan harga energi baik secara global maupun domestik. Situasi itu sangat ingin dihindari oleh Presiden Joe Biden menjelang pemilu tahun 2024.
Namun analis RBC Capital Markets, Helima Croft, mengatakan “kemungkinan akan sulit” bagi pemerintahan Biden untuk melanjutkan “rezim sanksi permisif” yang memungkinkan produksi minyak Iran mendekati tingkat sebelum tahun 2018. Namun, analis lain memperkirakan AS tidak akan mengambil risiko gangguan pasokan.
Lihat Juga :